loading...
Kategori
KeuanganAsuransi
Mode Baca

PT Askes himpun premi PNS Rp4 triliun

Online: Rabu, 02 Desember 2009 | 21:36 wib ET

JAKARTA - PT. Asuransi Kesehatan (Askes) hingga akhir tahun 2009 berhasil menghimpun premi sebesar Rp 4 triliun dari 16,2 juta pegawai negeri sipil (PNS) serta pensiun pegawai negeri se Indonesia. Tahun 2010, target penerimaan premi dari PNS dan pensiunan pegawai negeri tidak akan mengalami kenaikan yang berarti, mengingat jumlah premi yang harus dibayarkan cuma Rp 30.000 per jiwa per bulan.

"Jika nilai premi yang dibayarkan itu dinaikkan, maka hasil premi yang kita terima secara nasional juga mengalami lonjakan yang tajam. Namun itu tidak mungkin karena harus merubah ketentuan yang sudah ada," ungkap Direktur Operasional PT. Askes (Persero) DR. Umbu M. Marisi pada Innovation For Life yang digelar PT Sanofi-aventis Indonesia di Jakarta, Rabu (2/12/09).

Dilanjutkan Askes memang mengharapkan agar nilai premi PNS dan pensiunan hendaknya dinaikkan, mengingat saat ini penderita penyakit kronis seperti jantung, hipertensi, diabetes serta penyakit kronis lainnya mengalami grafik peningkatan yang tajam. Juga harga obat semakin mahal, serta beaya rumah sakit yang naik seiring dengan penggunan peralatan canggih untuk penderita penyakit kronis.

Jumlah premi Rp 4 trilliun yang masuk Askes, sekitar 80 hingga 85 % atau sekitar Rp 3 triliun dipakai untuk biaya berobat bagi kesehatan PNS dan pensiunannya. Sisanya sekitar Rp 1 triliun untuk dana cadangan, jelasnya.

Dikatakan, untuk mendeteksi penyakit kronis sejak dini sekaligus meningkatkan layanan serta kualitas kesehatan PNS, pesiunan pegawai negeri serta keluarganya, tahun 2010 PT. Askes menerapkan dokter keluarga. Penerapan dokter keluarga ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Pilot project penerapan dokter keluarga dilakukan di Jawa Timur sejak tahun 2007 hingga 2008, hasilnya cukup menggembirakan bahkan dokter keluarga itu yang datang ke rumah-rumah peserta Askes, juga memantau sampai ke rumah sakit bagi penderita yang kronis, ungkap Umbu.

Karenanya, sambung Umbu, tahun 2010 penerapan dokter keluarga sudah diberlakukan secara nasional. PT, Askes membutuhkan sekitar 80.000 dokter keluarga untuk mengcover 16,2 juta PNS bersama pensiunan pegawai negeri serta keluarganya. Saat ini jumlah dokter keluarga yang sudah mengikat kontrak dengan PT. Askes sebanyak 18.070 dokter keluarga se Indonesia dan tahun 2010 jumlah itu akan bertambah menjadi 20.000 dokter keluarga.

"Jadi berarti satu dokter keluarga untuk menangani sekitar 2.000 orang. Memang kendala utamanya dojkter di Indonesia banyak yang berada di kota-kota besar, sementara di kota kecil, daerah perbatasan, daerah terpencil, daerah kepulauan dan daerah pedalaman jumlah dokter masih sangat terbatas," jelasnya. Kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
11/29/2014
12.254
IHSG
11/28/2014
5.149,89
4,57 (0,09%)