Jamu Iboe komitmen dukung Gerakan Nasional Minum & Cinta Jamu Indonesia

Sabtu, 10 September 2016 | 10:06 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Meramu jamu merupakan budaya bangsa yang telah diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang. Budaya minum jamu di Indonesia, khususnya di Jawa masih sangat akrab bagi masyarakat. Namun demikian, budaya minum jamu harus tetap digalakkan khususnya kepada generasi muda Tanah Air, agar kecintaan mereka terhadap produk budaya yang merupakan salah satu aset penting negara ini tetap terjaga.

Sadar akan hal itu, Gabungan Pengusaha Jamu & Obat  Tradisional (GP Jamu) atas dukungan pemerintah menggelar Gerakan Nasional Minum & Cinta Jamu Indonesia, di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar - Bali, pada 30-31 Juli 2016. Gerakan ini melibatkan kalangan industri jamu di Tanah Air, salah satunya Jamu Iboe.

Direktur Utama PT Jamu Iboe Jaya, Stephen Walla mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung Gerakan Nasional Minum & Cinta Jamu Indonesia, dengan harapan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap jamu Indonesia. Upaya itu juga bertujuan untuk mengingatkan dan mengajak masyarakat Indonesia untuk selalu ingat dan mengkonsumsi jamu sehari-hari sebagai salah satu cara yang merupakan warisan budaya bangsa untuk hidup sehat.

"Jamu Iboe ikut mengupayakan kesadaran masyarakat Indonesia untuk minum jamu, salah satunya dengan melakukan inovasi pada rasa, kemasan dan tampilan jamu. Berbeda dengan yang dulu terkesan kuno, berasa pahit, juga tampilannya yang tidak menarik, sehingga generasi muda dan anak-anak tidak suka. Namun kini jamu sudah dikembangkan ke dalam industri kuliner.jamu dengan tampilan modern yang lebih menarik, dengan rasa yang disukai semua generasi," kata Stephen melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (10/9/2016).

Selain itu, lanjut dia, penyediaan tempat untuk minum jamu terus dikembangkannya. Dengan upaya tersebut, masyarakat kini bisa minum jamu di mall-mall, rumah makan foodcourt dan juga di tempat-tempat umum.

"Kini jamu juga bisa diminum di tempat atau take away. Bentuk dan rasa jamu menjadi lebih menarik dan enak. Campuran jamu dengan sayur dan buah, ditambah garnis menjadi kombinasi yang lebih modern, sehat dan enak untuk sebuah tampilan jamu. Dan dijamin anak muda akan jauh lebih menyukainya," ujarnya.

Dengan berbagai kegiatan ini, pihaknya berharap bisa mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjadikan jamu sebagai daily health drink dan menjadi life style bagi masyarakat  modern, sehingga budaya minum jamu di Indonesia semakin berkembang.

Bahkan untuk terus mengingatkan budaya minum dan cinta jamu Indonesia kepada masyarakat, gelaran yang sama akan kembali dihelat di Surabaya, pada awal tahun 2017 mendatang. "Konsep acaranya masih terus dimatangkan. Yang jelas target kami bisa terus mempromosikan jamu nasional ke masyarakat Jawa Timur," ujarnya.

Sebelumnya, di ajang "Gerakan Nasional Minum (GNM) dan Cinta Jamu Indonesia (CJI)" di Bali tersebut, Dirjen Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes, Menarwati, Spt mengimbau kepada para dokter untuk dapat menggunakan jamu / obat tradisional dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat & juga menghimbau kepada pengusaha jamu di Indonesia agar dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk minum jamu, serta menjadikan jamu Indonesia mampu bersaing di pasaran ekspor.

Gerakan Nasional Minum dan Cinta Jamu Indonesia itu diwarnai dengan pembagian jamu kepada peserta yang diiringi musik tradisional Bali, Baleganjur. Juga donor darah massal, konsultasi kesehatan, taksu Bali, Prana, Valun Dava, Yoga dan Tetada Karimasadha.

Selama kegiatan berlangsung juga diselingi dengan penampilan artis Bali antara lain Ayu Saraswati, Grup Band The Nine, Grup Band Kiss, lomba poco-poco, line dance, modern dance, dan Nano Biru. kbc7

Bagikan artikel ini: