loading...
Kategori
KeuanganBank
Mode Baca
Kurs USD-IDR
8/30/2014
11.690
IHSG
8/29/2014
5.136,86
-47,62 (-0,93%)
Minyak Mentah
N/A
0,00
0,00 (0,00%)
Emas
N/A
0,00
0,00 (0,00%)

Perlu langkah radikal untuk perkuat BPR

Online: Kamis, 08 Oktober 2009 | 13:50 wib ET

SURABAYA - Keberadaan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) masih sangat diperlukan kendati pasarnya terus tergerus oleh ekspansi bank umum.

Direktur Direktorat Kredit, BPR, dan UMKM Bank Indonesia Ratna E. Amiaty mengatakan, perlu langkah radikal dan konsisten untuk membuat BPR tetap bisa bersaing di tengah kompetisi industri perbankan yang sangat ketat.

"Langkah-langkah radikal ini bukan hanya dari regulator, dari BI, tapi juga dari seluruh elemen, terutama dari pihak BPR sendiri," ujar Ratna seusai sebuah seminar di Hotel Shangri-La, Surabaya, Kamis (8/10/09).

Menurut Ratna, upaya mempertahankan eksistensi BPR dari kepungan bank asing bukan hanya dalam arti bisnis BPR terus berjalan, tapi juga harus tumbuh.

"Sustainability-nya terus terjaga, tapi growth-nya juga harus tinggi," kata Ratna.

Bank sentral, kata Ratna, punya sikap jelas dan sangat berpihak ke BPR. Aturan permodalan diatur sedemikian rupa bukan untuk menyulitkan BPR, melainkan untuk mewujudkan industri BPR yang sehat.

BI juga sudah menegaskan bahwa BPR tak boleh dimiliki oleh pemodal asing. Bank asing dan lembaga keuangan asing dilarang mempunyai saham di BPR.

"BI sudah katakan, 'There is no way, there is no alternative.' Tak boleh pemodal asing punya BPR," tegasnya. kbc5

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda