Pemalsuan kosmetik melonjak, Olay ingatkan konsumen

Berita Terkait
JAKARTA - Kasus pemalsuan kosmetik di Indonesia grafiknya terus melonjak. Olay, produk kosmetik ternama yang diimpor dari Amerika Serikat pun, jadi korban pemalsuan yang merugikan perusahaan juga konsumen.
Marissa Haque, selebriti juga politisi mengaku menjadi korban pemalsuan Olay. Saat artis yang sukses di era tahun 1980-an sedang ada kegiataan di Jawa Tengah, ternyata kosmetik Olay yang selalu dibawa dalam tasnya, sudah habis.
Istri penyanyi Ikang Fauzi langsung menyuruh managernya untuk membeli Olay di sebuah toko di Semarang. Ternyata harganya jauh lebih murah hampir 3 kali lipat.
"Saya kaget dan nggak percaya, mana mungkin Olay dijual dengan harga yang jauh beda di daera. Saya pun kontak marketing Olay, ternyata itu produk palsu, dan saya pun tak berani menggunakan karena dampaknya cukup berbahaya," kata Marissa Haque pada presentasi '7 wanita 7 inspirasi, Kecantikan dengan Hati' di Jakarta, Selasa (18/08/09).
Marissa yang juga Brand Ambassador Olay Total Effects mengingatkan agar konsumen pengguna kosmetik agar berhati-hati, waspada dan lebih teliti dengan membeli produk Olay apalagi dijual dengan harga yang tidak wajar.
"Jadi jangan membeli produk yang murah namun hasilnya makin merusak kulit kita," sarannya sambil menyarankan agar membeli produk kosmetik di tempat yang tepat.
PR Manager P&G Home Products Indonesia, Junita Kartikasari mengimbau agar masyarakat teliti sebelum membeli kosmetik. Dan tidak tergiur dengan harganya yang murah.
Ketelitian akan isi, kemasan, dan adanya nomor registrasi dari BPOM harus menjadi pertimbangan.
"Olay sudah kerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk masalah ini. Dan memang temuan BPOM yang baru ada 70 kosmetik palsu yang beredar di pasaran, termasuk Olay. Karenanya pengguna Olay harus waspada dan hati-hati serta teliti dalam membeli," pintanya.
Diakuinya, pemalsuan kosmetik memang bukan sekadar merupakan kasus pelanggaran UU Merek, namun juga memiliki dampak negatif lain. Contohnya, berakibat buruk terhadap kesehatan maupun defisitnya penerimaan negara.
"Karena itu, perlu dilakukan penertiban secara berkelanjutan agar pemalsuan kosmetik dapat ditekan, sehingga konsumen tidak dirugikan," sarannya. kbc10/kbc3
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9757.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +67.005 menjadi 5145.683
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- The Great Gatsby, sebuah film yang digarap bukan setengah-setengah
- Pasang foto tanpa izin, Rihanna tuntut Topshop US$5 juta
- Olympus tak lagi bermain di pasar kamera murahan
- Kecewa layanan jasa keuangan, lakukan hal ini ke OJK
- Waduh, uang rusak di Jatim capai Rp1,67 triliun
- Pasar properti sejumlah negara Asia bermasalah, RI lampu kuning?
- OJK masih kaji pemecahan lot saham jadi 100 lembar
- Ungguli rata-rata nasional, tata kelola Provinsi Jatim dinilai cemerlang
- Baru berusia tujuh tahun, anak Tom Cruise sudah bikin bisnis fesyen Rp22 miliar
- Mencecap lezat masakan Thailand di Hotel Shangri-La
- Tak laku, drama musikal Spice Girls ditutup lebih awal
- Tinggalkan kartu pos, Traveler kini pakai Facebook untuk kirim kabar
- Produk fesyen papan atas sewa model termahal sejagat
- David Beckham sang mesin pencetak uang
- Rumah yang sempat disewa Bono U2 terjual US$ 55,4 juta
- Harga mobil klasik naik, Ferrari tua John Lennon dijual
- David Beckham, setelah pensiun tambah banyak bayaran
- Harga mobil klasik naik, Ferrari tua John Lennon dijual
- Beyonce sewa jet pribadi jutaan poundsterling
- Montblanc rilis item baru untuk koleksi Princess Grace of Monaco
- Baru berusia tujuh tahun, anak Tom Cruise sudah bikin bisnis fesyen Rp22 miliar
- Rumah yang sempat disewa Bono U2 terjual US$ 55,4 juta
- Produk fesyen papan atas sewa model termahal sejagat
- David Beckham sang mesin pencetak uang
