loading...
Kategori
EnergiKelistrikan
Mode Baca

Rasio elektrifikasi 5 provinsi masih 20%-40%

Online: Kamis, 06 Agustus 2009 | 10:07 wib ET

JAKARTA - Sebanyak lima provinsi, masih memiliki rasio elektrifikasi 20-40%. Kelima provinsi tersebut yaitu Nusa Tenggara Barat (32,51%), Nusa Tenggara Timur (24,55%), Sulawesi Tenggara (38,09%), serta Papua dan Irian Jaya Barat (32,35%).

Namun, ada 14 provinsi di Indonesia yang telah mencapai rasio elektrifikasi diatas 60%. Ke-14 provinsi tersebut antara lain NAD (76,98%), Sumut (69,68%), Sumbar (69,37%), Babel (72,88%), Banten (63,90%), Jakarta (100%), Jabar (67,40%), Jateng (71,24%), DIY (84,48%), Jatim (71,55%), Bali (74,98%), Kaltim (68,56%), Kalsel (72,29%), dan Sulut (66,87%).

Dalam data Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) Departemen ESDM, menunjukkan 14 provinsi lainnya memiliki rasio elektrifikasi 41-60%. Provinsi yang termasuk dalam kategori ini adalah Riau dan Kepri (55,84%), Jambi (51,41%), Bengkulu (51,46%), Lampung (48,82%), Sumsel (50,30%), Kalbar (45,83%), Kalteng (45,22%), Gorontalo (49,79%), Sulteng (48,30%), Sulbar, Sulsel (55,20%), Maluku (54,51%), dan Malut (49,44%).

Laman resmi Departemen ESDM menyatakan rasio elektrifikasi nasional ini mengalami peningkatan yang signifikan. Bila pada tahun 1980 rasio elektrifikasi hanya mencapai 8%, tahun-tahun berikutnya angka tersebut meningkat menjadi 28% pada tahun 1990, 53% pada tahun 2000 dan mencapai 65,10% pada akhir 2008.

Pemerintah akan terus mengupayakan agar seluruh bangsa Indonesia dapat menikmati listrik. Peningkatan rasio elektrifikasi tersebut dilakukan melalui sambungan baru pelanggan PT. PLN (Persero) dan pemanfaatan energi setempat seperti PLTMH, PLTB, PLTS Terpusat dan PLTS Tersebar yang khusus diperuntukkan bagi daerah-daerah terpencil. kbc3

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
9/17/2014
11.944
IHSG
9/17/2014
5.191,45
60,95 (1,17%)