loading...
Kategori
KeuanganPembiayaan
Mode Baca
Kurs USD-IDR
7/28/2014
11.581
IHSG
7/25/2014
5.088,80
-9,84 (-0,19%)
Minyak Mentah
N/A
0,00
0,00 (0,00%)
Emas
N/A
0,00
0,00 (0,00%)

Meski kredit macet kecil, multifinance was-was kondisi ekonomi RI

Online: Selasa, 03 September 2013 | 13:00 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Melambatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia, ditambah dengan kian terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS rupanya membuat kalangan perusahaan pembiayaan (multifinance) was-was juga.

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menyebut jika data kredit macet atau non performing loan (NPL) yang mencapai 1,3 - 1,4 persen pada Juni 2013. Namun, angka tersebut terbilang stabil dibanding Desember 2012 yang mencapai sebesar 1,6 persen.

"Dengan keadaan sekarang, kami juga was-was. Namun dengan berkurangnya angka kredit macet di perusahaan pembiayaan masih cukup stabil sehingga kami tetap optimis," ujar Ketua APPI Suwandi Wiratno saat acara 'Economic Outlook 2014' di Graha Niaga, Jakarta, Selasa (3/9/2013).

Menurutnya, pihaknya tetap optimistis, selain dengan angka kredit macet yang tumbuh stabil, juga terbantu dengan pertumbuhan aset yang naik tipis sebesar Rp 315 triliun dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 310 triliun.

"(Faktor) Kenaikan harga BBM, tentunya hal ini perlu diawasi. Di samping beberapa perusahaan pembiayaan mempunyai strategi khusus untuk ke depannya," jelasnya.

Suwandi mengakui beberapa praktisi memperkirakan kondisi tersebut tidak akan begitu berpengaruh terhadap perusahaan pembiayaan. Pasalnya, selama ini pembiayaan terhadap kendaraan roda dua dan empat masih tergolong stabil meski alat berat mengalami tekanan yang cukup besar.

"Di setiap kesulitan pasti ada kemudahan sehingga para pelaku bisnis dapat memanfaatkan kondisi yang serba sulit itu dengan melakukan efisiensi dan lebih berhati-hari menyalurkan kreditnya," ungkapnya.

Diharapkan atas kejadian ini, semua pelaku usaha dapat membuat skema baru untuk jenis kredit yang ditawarkan dan merancang ekspansi yang dapat direalisasikan jika kondisi perekonomian kembali membaik. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda