loading...
Kategori
MakroNasional
Mode Baca
Kurs USD-IDR
7/31/2014
11.580
IHSG
7/25/2014
5.088,80
-9,84 (-0,19%)
Minyak Mentah
N/A
0,00
0,00 (0,00%)
Emas
N/A
0,00
0,00 (0,00%)

Duh, 8 juta warga miskin tak kebagian Balsem

Online: Senin, 03 Juni 2013 | 07:09 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kepala Lembaga Demografi Universitas Indonesia, Sonny Harry B Harmadi mengatakan jika data keluarga miskin dalam PPLS merupakan data keluarga miskin yang komprehensif karena data by name by address. Hanya saja masalah muncul, karena dalam data tersebut terdapat 24 juta keluarga miskin.

"Sementara BLSM (bantuan langsung sementara, red) harus disampaikan ke 15 juta, lalu kekurangannya 8 juta bagaimana? ini harus dibahas betul, kalau tidak akan jadi masalah penyaluran di lapangan." ujar Sonny, akhir pekan lalu.

Untuk itu, agar penyaluran tidak kacau, lanjutnya, selain mereview kembali data PPLS, ia mengusulkan pemberian BLSM --yang biasa disebut balsem-- tidak harus melalui individu. Akan tetapi bisa juga dilakukan terhadap komunitas.

"Kalau pemerintah tidak yakin dengan datanya, intervensinya bukan secara individu, tapi komunitas. Cari daerah tertinggal yang dikategorikan tertinggal, terpencil, terbatas. kita fokus di sana. dengan subsidi dikurangi, belanja dialokasikan ke program sosial," kata dia.

Selain persoalan data, Sonny mengingatkan pemerintah untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama pada saat penyaluran Bantuan Langsung Tunai pada penaikan harga BBM subsidi sebelumnya.

Mekanisme distribusi melalui kepala desa pada BLT, dianggapnya dapat kembali menimbulkan perselisihan. Data yang sudah baik belum tentu menjamin pelaksanaanya baik kalau mekanisme pelaksanaannya tidak baik.

Mekanisme itu mencakup siapa yg bertanggung jawab terhadap penyaluran, kapan dilaksanakan, berapa lama, melalui institusi apa. Kalau ada pengaduan, melalui siapa. itu harus disiapkan secara baik," ujar Sonny. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda