loading...
Kategori
Aneka BisnisAgribisnis
Mode Baca

Bangun pabrik gula di Malang, tiga investor siapkan duit Rp4 triliun

Online: Jum'at, 17 Mei 2013 | 14:33 wib ET

MALANG, kabarbisnis.com: Jatim masih menjadi daya tarik tersendiri bagi investor sebagai basis produksi gula. Terbukti, tiga investor memastikan niatnya membangun pabrik gula di Kabupaten Malang. Mereka telah mengajukan izin ke Pemkab Malang.

Bupati Malang Rendra Kresna menyebutkan, tiga perusahaan tersebut adalah PT Permata Tene (perusahaan patungan antara PT Makassar Tene, PT Permata Dunia Sukses Utama, dan PT Sumatera Tonggi), PT Duta Plantation Nusantara, dan PT Anugerah. Mereka diklaim siap menggelontorkan duit Rp 3-4 triliun untuk membangun pabrik berkapasitas giling 12.000 ton tebu per hari.

“Tapi tidak semua (perusahaan) kami loloskan. Hanya satu perusahaan yang kami pilih untuk menjaga persaingan antarpabrik gula tetap sehat,” kata Rendra di Malang, Jumat (17/5/2013).

Menurutnya, untuk mendapatkan izin pendirian pabrik gula baru di wilayahnya, calon investor harus memenuhi sejumlah persyaratan, yakni pembangunan pabrik harus di atas tanah ladang dan bukan di atas lahan pertanian. Kedua, pabrik gula baru dilarang mengambil tebu dari luar Kabupaten Malang.

Ketiga, lokasi bangunan pabrik harus berjauhan dengan dua pabrik gula yang sudah ada. Selama ini, hasil panen tebu diproses menjadi gula oleh Pabrik Gula Krebet Baru (PT Rajawali Nusantara Indonesia) di Kecamatan Bululawang dan Pabrik Gula Kebon Agung (Yayasan Kesejahteraan Karyawan Bank Indonesia) di Kecamatan Pakisaji. Kedua pabrik gula ini menyumbang sekitar 20 persen dari total produksi gula nasional.

Rendra mengakui, pabrik gula baru sangat cocok didirikan di Jabung, Dampit, Poncokusumo, dan Kalipare karena wilayah empat kecamatan ini menjadi sentra tanaman tebu rakyat sehingga ketersediaan bahan baku terjamin. Saat ini luasan lahan tebu 42.000 hektare. Sedangkan lahan tebu tersisa yang belum ditanami seluas 37.000 hektare.

Kepala Kantor Penanaman Modal Kukuh Banendro menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang saat ini menunggu terbitnya rekomendasi dari Kementerian Pertanian perihal satu dari tiga perusahaan yang dianggap layak untuk mendirikan pabrik gula baru.

Rekomendasi dibutuhkan terkait adanya syarat penguasaan lahan tanaman tebu seluas 30 persen dari total kebutuhan giling pabrik gula yang harus dipenuhi calon investor karena di Kabupaten Malang sudah ada dua pabrik gula. “Agar nantinya pabrik-pabrik gula yang ada tidak saling berebut,” kata Kukuh. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
9/17/2014
11.975
IHSG
9/17/2014
5.188,18
57,68 (1,11%)