loading...
Kategori
EnergiMigas
Mode Baca
Kurs USD-IDR
8/30/2014
11.690
IHSG
8/29/2014
5.136,86
-47,62 (-0,93%)
Minyak Mentah
N/A
0,00
0,00 (0,00%)
Emas
N/A
0,00
0,00 (0,00%)

Desember, ratusan SPBU di Jatim dipasangi alat sensor BBM bersubsidi

Online: Selasa, 16 April 2013 | 14:37 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pertamina (Persero) menargetkan penggunaan alat sensor BBM bersubsidi atau Radio Frequency Identification (RFID) pada 336 unit Stasiun Pengisian Bakar Umum (SPBU) di Jawa Timur (Jatim) pada Desember 2013 mendatang.

VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menuturkan, RFID berbentuk seperti chip yang dibalut ring plastik. RFID mampu merekam data transaksi penjualan BBM di SPBU.

"Rekamanan itu meliputi penjualan per produk , per dispenser, per nozzle, per periode waktu, lokasi dan jumlah transaksi," ujar Ali di Jakarta,Selasa (6/4/2013)

Nantinya, sambung Ali, RFID akan terintegrasi dengan sistem monitoring dan pengendali (SMP) BBM berbasis teknologi di lebih 5.000 SPBU di seluruh Tanah Air.

Untuk wilayah Jatim, pemasangan RFID ditargetkan pada Desember mendatang. Pemasangan secara bertahap dilakukan Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Madiun, Ngawi, Tuban, Ponorogo, Nganjuk, Lamongan, Kediri, Blitar, Gresik dan Bojonegoro. Jumlah target SPBU sebanyak 336 unit.

.

"Namun, pemasangan pararel mulai Juli akan dipasang di 276 SPBU di Jakarta terdahulu. Kemudian dilanjutkan di 458 SPBU di Jabodetabek. Transaksi penjualan BBM di setiap nomor kendaraan akan terekam," terang dia.

Sementara bulan Oktober Pertamina akan memasang di 245 SPBU di provinsi Jawa Barat dan Banten. Adapun bulan November, pemasangan akan memasuki wilayah Jawa Tengah dengan target pemasangan di 618 SPBU.

Untuk tahun depan, pemasangan akan dilakukan di pulau Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat dan Timur serta Sulawesi dan Papua.

Direktur BBM Badan Pengatur Hilir Migas Joko Siswanto mengatakan, penggunaan RFID bersama SMP akan lebih memastikan bagi pemerintah berapa yang pantas subsidi dibayarkan kepada badan usaha penyalur BBM bersubsidi.

"Hitungannya dari SPBU. Data transaksi dari SPBU terekam langsung terhubung ke server kami.Jadi, hitungannya tidak mulai di depo,siapa yang bisa menggaransi truk transportasi menukar jenis atau menggurangi volume BBM ke sektor lain, bukan ke SPBU," tuturnya. kbc11

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda