loading...
Kategori
EnergiMigas
Mode Baca
Kurs USD-IDR
7/24/2014
11.570
IHSG
7/24/2014
5.098,64
5,41 (0,11%)
Minyak Mentah
N/A
0,00
0,00 (0,00%)
Emas
N/A
0,00
0,00 (0,00%)

Jero Wacik ingin kontribusi gas dalam bauran energi ditingkatkan

Online: Selasa, 29 Januari 2013 | 16:56 wib ET

JAKARTA, kabarbisnus.com: Target bauran energi (energy mix) gas bumi pada 2025 dalam rancangan kebijakan energi nasional (RKEN) sebesar 19,7% akan direvisi. Pasalnya, patokan tersebut tidak sesuai kondisi riil di mana gas bumi menjadi energi yang semakin diandalkan untuk mengganti peran minyak.

Pembahasannya dilakukan dalam sidang Dewan Energi Nasional (DEN) ke-9 di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral KESDM), di Jakarta, Selasa (29/1/2013).

Ketua Harian DEN Jero Wacik menilai, secara logika seharusnya proyeksi bauran gas tersebut meningkat seiring bertambahnya konsumsi dan produksi gas di dalam negeri. Pasalnya, Peraturan Presiden (Perpres) nomor 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional menetapkan bauran gas pada 2025 sebesar 30%.

"Yang saya agak belum pas itu terhadap rancangan KEN tentang gas pada 2025, kok malah persentasenya turun menjadi 19,7%. Ini yang saya minta dikaji ulang. Mestinya naik. Logikanya naik, tapi usulannya turun," tukas Wacik yang juga menjabat Menteri ESDM di sela sidang.

Usulan bauran energi gas bumi dalam RKEN sebesar 19,7% dianggap tak ideal olehnya. Pasalnya, saat ini saja bauran jenis energi ini sudah mencapai 20%. Ke depannya pun pemerintah hendak meningkatkan pengembangan gas guna mengurangi konsumsi energi minyak bumi.

Karena itu, proyeksi DEN dalam RKEN harusnya mengikuti apa yang saat ini dipatok dalam Perpres KEN sebesar 30%. Sementara untuk energi baru terbarukan, yang diusulkan dalam RKEN sudah ideal sebesar 25,7% dalam bauran energi nasional. Porsi itu lebih besar dibandingkan target pada 2025 dalam Perpres 5/2006 sebesar 17%.

Sedangkan bagi batu bara kontribusinya dalam bauran energi dipatok DEN mencapai 33%. Jumlah ini lebih besar dibandingkan ketetapan Perpres tentang kebijakan energi nasional sebesar 30%. "Porsi dalam rancangan KEN untuk batu bara sudah cocok karena sekarang saja bauranya sudah 24,5%," ujar Wacik.

Secara keseluruhan, dalam RKEN ditetapkan target bauran energi primer yakni porsi energi baru dan terbarukan (EBT) 25,7% pada 2025 dan 40% pada 2050. Porsi minyak bumi turun menjadi 25% pada 2025 dan 20% pada 2020, batu bara 33% pada 2025 dan 25% pada 2050. Sedangkan penggunaan gas bumi pada 2025 menjadi 19,7% dan semakin menurun pada 2050 hingga menjadi 15 %.

Target lain dari rancangan tersebut ialah tercapainya elastisitas energi lebih kecil dari satu pada 2025 dan penurunan intensitas energi final satu persen per tahun pada 2025.

Adapula target rasio elektrifikasi jadi 85% pada 2015 dan mendekati 100% pada 2020, serta peningkatan kapasitas pembangkit listrik sebesar 115 GW pada 2025 dan 430 GW pada 2050.

Setelah rancangan kebijakan energi nasional selesai dibahas maka DEN akan mengajukannya ke DPR RI untuk dipatenkan sebagai regulasi khusus di sektor energi. Pemerintah berencana mengajukan RKEN periode 2012-2050 menjadi Undang-Undang sehingga menjadi kekuatan hukum yang lebih kuat sekaligus menggantikan Perpres 5/2006 tentang KEN. kbc11

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda