loading...
Kategori
Aneka BisnisTransportasi
Mode Baca
Kurs USD-IDR
4/19/2014
11.420
IHSG
4/17/2014
4.897,05
24,04 (0,49%)
Minyak Mentah
4/17/2014
104,59
0,83 (0,79%)
Emas
4/17/2014
1.293,80
-9,30 (-0,72%)

Jasa pengiriman udara belum bergairah

Online: Sabtu, 20 Juni 2009 | 14:21 wib ET

SURABAYA - Meski data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menunjukkan volume dan nilai ekspor mulai April 2009 telah beranjak naik sekitar 42%, tetapi kondisi itu belum membuat jasa pengiriman udara juga mengalami peningkatan yang sama.

Hingga pertengahan Juni 2009, volume pengiriman barang melalui transportasi udara untuk tujuan internasional masih menunjukkan penurunan yang cukup besar.

“Sampai detik ini, volume pengiriman untuk tujuan internasional masih mengalami penurunan. Dan ini bisa dilihat dari rata-rata realisasi pengiriman per bulan,” kata Ketua Dwan Pengurus Wilayah Provinsi Jatim Perwakilan Khusus Bandar Udara Juanda Surabaya Gabungan Forwarders & Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Sigit Pramudya.

Menurut Sigit kepada kabarbisnis.com di Surabaya, Sabtu (20/6/09), jumlah pengiriman barang lewat udara out going atau ekspor mencapai 800.000 kg per bulan, sedangkan targetnya sekitar 1,2 juta kg per bulan. Kodisi yang sama jug aterjadi pada volume pengiriman in coming atau impor.

Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi berbagai faktor. Selain krisis global dan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di negara luar yang memicu penurunan permintaan, juga dipengaruhi efisiensi frekuensi penerbangan yang dilakukan beberapa airline.

“Karena krisis, akhirnya jalur penerbangan luar negeri yang awalnya sudah dibuka kembali ditutup lagi. Seperti yang dilakukan salah satu penerbangan yang menutup jalur Surabaya- Singapura,” ujarnya.

Sehingga, banyak diantara mereka memilih untuk melakukan joint operation, baik untuk penerbangan penumpang atau pengiriman barang. Langkah itu justru menghambat kelancaran pengiriman udara. Selain itu, ketebatasan frekuensi penerbangan langsung menurut Sigit juga turut berkontribusi terhadap lesunya jasa pengiriman udara.

Sebab selama ini penerbangan langsung hanya untuk jalur penerbanan jarak dekat. Seperti Surabaya-Singapura, Surabaya-Hongkong, Surabaya-Taipe, Surabaya-Kuala Lumpur dan Surabaya Brunei Darussalam. “Kami hanya berharap, kondisi ini cepat berakhir, agar perusahaan jasa pengiiman tidak sampai terpuruk.” kbc8/kbc2

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda