loading...
Kategori
Aneka BisnisOtomotif
Mode Baca

Pemerintah imbau mobil murah pakai pertamax

Online: Senin, 07 Januari 2013 | 19:49 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian mewajibkan pengguna mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) untuk menggunakan bahan bakar beroktan 92 seperti pertamax dan sejenisnya.

"Tapi kesulitannya adalah ketika mobil sudah dibeli maka sulit untuk mengawasi," kata Direktur Jenderal Industri Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi, di Kementerian Perindustrian, Senin (7/1/2013).

Menurut dia, jika mobil hijau menggunakan bahan bakar subsidi yang memiliki oktan 88, performa mobil tersebut tidak akan maksimal. Jika terus menerus diisi bahan bakar dengan oktan yang tidak sesuai, bahan bakar justru menjadi boros. "Nantinya bisa tidak sesuai dengan fungsinya yang merupakan mobil ramah lingkungan," katanya.

Ia menambahkan, satu dari tujuan diwajibkannya mobil hijau untuk menggunakan bahan bakar dengan oktan 92 adalah untuk menghemat subsidi BBM. "Oktan 92 kan tidak harus Pertamax, dengan itu kita bisa men-direct supaya tidak pakai yang bersubsidi," katanya.

Kementerian Perindustrian kesulitan mengawasi dan memastikan pengguna mobil hijau akan menggunakan bahan bakar beroktan 92. Karena itu, Kementerian Perindustrian berencana mengeluarkan peraturan turunan setingkat Peraturan Menteri (Permen). Aturan itu mewajibkan pengguna mobil hijau memakai BBM beroktan 92.

Permen ini rencananya akan dikeluarkan setelah Peraturan Pemerintah soal LCGC dikeluarkan. "Nanti akan dibuat aturan turunannya setelah PP soal LCGC keluar," katanya.

PP soal LCGC juga akan mengatur pemberian insetif pajak berupa penurunan pajak pertambahan nilai barang mewah (PPnBM) terhadap produsen yang akan memproduksi LCGC. Beberapa produsen menunda produksi karena belum jelasnya aturan mengenai insentif pajak tersebut. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
10/31/2014
12.071
IHSG
10/31/2014
5.065,73
6,88 (0,14%)