loading...
Kategori
Aneka BisnisIndustri
Mode Baca
Kurs USD-IDR
4/18/2014
11.422
IHSG
4/17/2014
4.897,05
24,04 (0,49%)
Minyak Mentah
4/18/2014
104,59
0,83 (0,79%)
Emas
4/17/2014
1.293,80
-9,30 (-0,72%)

Cengkeh melejit, pabrik rokok kecil terancam tutup

Online: Senin, 07 Januari 2013 | 10:56 wib ET

MALANG, kabarbisnis.com: Kenaikan harga cengkeh yang melambung hingga dua kali lipat mengancam keberlangsungan industri rokok kecil. Saat ini harga cengkeh sudah mencapai Rp 120.000 per kilogram (kg).

"Pabrik rokok kecil merugi, sebagian terancam gulung tikar," kata Heri Susianto, Ketua Harian Forum Masyarakat Industri Rokok Seluruh Indonesia (Formasi), Senin (7/1/2013).

Menurut Heri, kenaikan harga cengkeh sudah terjadi sejak Agustus 2012. Sedangkan permintaan dari produsen rokok tetap Sebelumnya masih berkisar antara Rp 60.000-80.000 per kilogram. Sedangkan kemampuan pabrik rokok, terutama pabrik kelas kecil, harga cengkeh yang bisa dibelinya Rp 70.000 per kilogram.

Kenaikan harga cengkeh akibat curah hujan tinggi daerah-daerah yang menjadi sentra tanaman cengkeh. Produksi cengkeh pun anjlok. Padahal kebutuhan pabrik rokok terhadap cengkeh sebagai komponen bahanbakutidak berubah.

Heri menjelaskan bahwa pabrik rokok kecil menghadapi dilema yang amat berat. Selain modal yang pas-pasan, mereka juga tidak bisa sembarangan menaikkan harga jual rokoknya. Padahal cengkeh merupakan komponen bahan baku produksi yang sangat dibutuhkan.

Secara umum dipaparkan oleh Heri, kretek filter membutuhkan cengkeh antara 18 - 20 persen dari seluruh komponen bahan baku produksi, kretek non filter 30 - 40 persen. Sedangkan harga jual rokok kretek non filter yang umumnya diproduksi pabrik rokok kecil berkisar antara Rp 3.000 per bungkus hingga Rp 4.000 per bungkus.

�Pabrik rokok kecil juga harus menghadapi persaingan dengan pabrik rokok besar yang bisa leluasa menaikkan harga,� ujar Heri.

Heri menegaskan bahwa jika pemerintah tidak ikut turun tangan mengatasinya, maka sekitar 1.500 pabrik rokok kecil yang masih tersisa saat ini satu persatu akan rontok.

Jumlah pabrik rokok kecil, kata Heri, terus berkurang. Pada 2009 masih berjumlah 2.500 pabrik. Saat ini menyusut menjadi sekitar 1.500 perusahaan. Banyak pabrik rokok kecil yang rontok akibat harga cengkeh yang melambung hingga Rp 250.000 per kilogram pada 2011 lalu. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda