loading...
Kategori
EnergiKelistrikan
Mode Baca

2016, 6.000 MW listrik dari panas bumi

Online: Selasa, 13 November 2012 | 04:03 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah mematok, mulai 2016-2017, kontribusi panas bumi (geothermal) dalam mendukung sistem kelistrikan nasional mencapai 6.000 MW.

"Presiden sudah mencanangkan untuk mempercepat penggunaan energi geothermal. Jadi kita harus bergerak cepat. Lokasinya ada di Jawa, Sumatera dan Sulawesi," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik usai Penandatanganan Purchasing Agreement (PPA) Proyek PTLP Rantau Dedap 2 x 110 MW antara PLN dan PT Sumpreme Energy Rantau Dedap di Jakarta, Senin (12/11/2012).

Potensi geothermal di Tanah Air ditaksir mencapai 30.000 MW. Indonesia memiliki 40% cadangan geothermal dunia. Namun, utilisasi penggunaannya dalam pembangkit listrik baru sebesar 5-6% saja. Sebagai bentuk keseriusan, Kementerian ESDM dan Kementerian Kehutanan telah menyepakati pemberian konsensi hutan lindung khusus kepada sektor infrastruktur kelistrikan geothermal.

Selain itu, pemerintah telah menerbitkan regulasi tarif listrik berasal geothermal atau berkonsep feed in tarif. Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) No 22 Tahun 2012 tentang Penugasan kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN Persero) melakukan pembelian tenaga listrik dari pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan patokan pembelian tenaga listrik oleh PLN dari pembangkit listrik teanga panas bumi.

"Untuk Jawa, kita tetapkan listriknya US$ 10 sen per kWh. Sementara, Sumatera sebesar US$ 11 sen per kWh. Adanya kepastian listrik dari kontraktor akan dibeli PLN diharapkan akan memacu para investor membangun PLTP," ujar Wacik.

Direktur Utama PLN (Persero) Nur Pamudji mengatakan, listrik Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP) Rantau Dadap 2x110 megawatt (mw) akan dapat menghasilkan 1.734,5 gigawatt per tahun. Unit pertama direncanakan akan beroperasi secara komersil (Commercial Operation Date/COD) pada Januari 2017 dan beroperasi penuh (Unit 1 dan 2) pada Maret 2017. 

Nur menambahkan, proyek IPP PLTP Rantau Dadap 2x110 mw merupakan proyek yang masuk dalam daftar proyek FTP 2 sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 4/2010 tentang Penugasan Kepada PLN untuk Melakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara, dan Gas.

Adapun Dirut PT Pertamina Geothermal Energy (PG) Slamet Riadhy mengemukakan, selaku produser, pihaknya telah melakukan percepatan pengembangan geothermal hingga 800% dari kapasitas terpasang 292 Mwe (ekivalen 18.000 boepd) pada

2011.

PGE, kata Slamet, terus berupaya meningkatkan utilitas antara 630 Mwe-1050 Mwe atau ekuivalen 30.000 boepd-50.000 boepd pada 2014. "Itu dipercepat dari sebelumnya 2016-2017," harapnya. 

Menurut Slamet, peningkatan utilitasi produksi geothermal itu sekaligus akan mengurangi emisi CO2 per tahun berkisar 12-14 juta ton Co2 per tahun. "Multiplier effect secara nasional sangat besar," terang Slamet. kbc11

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
12/18/2014
12.539
IHSG
12/18/2014
5.113,35
77,70 (1,52%)