Kenaikan tarif listrik bakal gencet kinerja industri
Berita Terkait
SURABAYA, kabarbisnis.com: Rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15% pada tahun depan dipastikan akan cukup memberatkan dunia usaha di Jawa Timur. Pasalnya, dengan akan diberlakukannya kebijakan tersebut, maka biaya produksi akan mengalami kenaikan.
"Pastinya sangat memberatkan dunia usaha. Karena listrik adalah komponen penting dalam proses produksi," ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Dedy Suhajadi ketika dikonfirmasi kabarbisnis.com, Surabaya, Rabu (19/9/2012).
Memang, lanjutnya, tidak semua industri yang konsumsi listriknya cukup tinggi. Adapun industri yang terbilang konsumsi listrilnya sangat besar diantaranya adalah industri baja dan perhotelan.
"Paling terpukul ya industri baja dan perhotelan, karena konsumsi mereka sangat besar. Beda dengan industri elektronik yang konsumsinya lebih rendah. Namun secara umum, pastinya tetap berimbas," tegasnya.
Untuk menutupinya, pengusaha biasanya akan melakukan revisi harga sesuai dengan besarnya kenaikan berbagai komponen yang ada. "Kenaikan harga jual produk bisanya akan diberlakukan ketika solusi lain sudah tidak ada. Karena pengusaha juga harus berhitung terhadap kenaikan biaya produksi lainnya, termasuk kenaikan UMK yang tiap tahun terjadi," terang Dedy.
Namun menurut Dedy, hal itu sudah menjadi konsekuensi pengusaha untuk mendukung kebijakan pemerintah untuk menyelamatkan APBN. Karena pemerintah beralasan dengan adanya kenaikan tersebut akan mampu menyelamatkan pembengkakan dalam APBN 2013.
"Saya juga menghimbau kepada kalangan usaha agar tetap arif dan bijak menyikapi rencana pemerintah tersebut. Tidak perlu harus ada gejolak. Pengusaha harus mengantisipasinya mulai saat ini," ujarnya.
�
Terkait berapa kenaikan harga produk yang bakal terjadi, ia mengatakan pengusaha tidak sama dalam menentukan kebijakan. Presentase kenaikannya akan disesuaikan dengan kenaikan ongkos produksi yang terjadi.
"Bisa kecil, bisa juga agak besar kenaikannya, tergantung dari kenaikan biaya produksi. Namun saya berharap, kenaikan tidak sampai memberatkan konsumen," harapnya. kbc6
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9757.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +67.005 menjadi 5145.683
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- The Great Gatsby, sebuah film yang digarap bukan setengah-setengah
- Pasang foto tanpa izin, Rihanna tuntut Topshop US$5 juta
- Olympus tak lagi bermain di pasar kamera murahan
- Kecewa layanan jasa keuangan, lakukan hal ini ke OJK
- Waduh, uang rusak di Jatim capai Rp1,67 triliun
- Pasar properti sejumlah negara Asia bermasalah, RI lampu kuning?
- OJK masih kaji pemecahan lot saham jadi 100 lembar
- Ungguli rata-rata nasional, tata kelola Provinsi Jatim dinilai cemerlang
- Puluhan desa di Jatim belum teraliri listrik
- Kejar target 99% rakyat bisa nikmati listrik pada 2020
- Nyaris tembus 22.000 MW, beban listrik Jawa-Bali capai rekor
- Pemerintah janji kerja keras biar semua rakyat bisa nikmati cahaya
- 2020, Hanya 1% rakyat yang tak bisa nikmati setrum
- 2012, laba PLN menurun jadi Rp3,2 triliun
- PLN janji stop pemadaman bergilir di Jakarta
- Siap-siap, listrik di Jakarta bakal byar-pet
