Pindad rogoh Rp20 M demi produksi mesin mobil listrik
JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pindad menyiapkan dana hingga Rp 20 miliar dalam rangka investasi fasilitas produksi motor permanent magnet guna mendukung proyek mobil listrik nasional.
Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto menegaskan, pihaknya memang akan ikut serta dalam pembuatan mobil listrik nasional dengan membuat motor permanent magnet. Saat ini, Pindad tengah membuat prototype motor permanent magnet dengan kemampuan setara dengan mesin 750 cc.
Namun, menurut Adik, kedepan, setelah prototype tersebut selesai, pihaknya akan membuat industrialisasi motor permanent magnet 50 KW setara dengan kapasitas 1500 cc yang akan segera dimulai pada September 2012. Sedangkan produksi massal produk tersebut rencananya akan dimulai pada Oktober 2013 dengan kapasitas 15.000 per tahun atau 75 per hari.
"Investasi yang dibutuhkan adalah Rp20 miliar dengan tenaga kerja sebanyak 13 orang," ujar Adik dalam siaran pers, Rabu (15/8/2012).
Untuk produksi motor tersebut, lanjut Adik, Pindad pun bekerjasama dengan sejumlah perusahaan nasional lainnya. Perusahaan tersebut, yakni PT Len Industri untuk pengembangan dan produksi inverter, battery management system, charging system dan DC-DC converter mobil listrik.
Lalu PT Nipress Tbk untuk pengembangan dan produksi baterai lithium ion. Kemudian PT Hikari Solusindo Sukses untuk pengembangan dan produksi chip controller dan PT Respati Solusi Rekatama untuk pengembangan dan produksi display unit. Serta PT Krakatau Steel untuk pengembangan dan produksi laminating sheet untuk core motor. kbc10
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9757.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +67.005 menjadi 5145.683
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- Olympus tak lagi bermain di pasar kamera murahan
- Kecewa layanan jasa keuangan, lakukan hal ini ke OJK
- Waduh, uang rusak di Jatim capai Rp1,67 triliun
- Pasar properti sejumlah negara Asia bermasalah, RI lampu kuning?
- OJK masih kaji pemecahan lot saham jadi 100 lembar
- Ungguli rata-rata nasional, tata kelola Provinsi Jatim dinilai cemerlang
- Pameran bareng, Pakuwon obral diskon hingga 20%
- Transfer uang kini bisa lintas operator
- Juni, Sampoerna operasikan pabrik SKT baru di Jember
- Pemerintah minta bank permudah kredit industri kreatif
- Tanam duit Rp2,1 T, produksi Daihatsu bakal tembus 460.000
- Dahlan klaim sejak 2012 PD di Jatim cetak untung
- Industri kulit dan alas kaki Jatim mulai menggeliat
- Bangun pabrik di RI, VW berburu pemasok komponen lokal
- Indonesia berpeluang jadi basis industri oleokimia
- Agar eksis, industri tekstil RI harus incar segmen atas
- Lima sektor industri ini bakal nikmati tax holiday
- Pabrik rokok keluarga siap-siap dibebani cukai tinggi
- Indonesia berpeluang jadi basis industri oleokimia
- Incar tambahan produksi 2,5 juta ton, Indocement kebut dua pabrik baru
- Agar eksis, industri tekstil RI harus incar segmen atas
- Pelindo III-AKR bangun kawasan industri di Gresik
- Pemerintah dorong penggunaan furnitur rotan di instansi dan sekolah
- Bangun pabrik di RI, VW berburu pemasok komponen lokal
