loading...
Kategori
Teknologi

Rencana kontingensi untuk satelit Telkom-3

Online: Jum'at, 10 Agustus 2012 | 11:23 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sehubungan dengan anomali peluncuran Satelit Telkom-3, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyatakan telah mendapatkan penjelasan berdasarkan preliminary calculation yang diterima 9 Agustus 2012 dari pihak ISS Reshetnev. Didapat penjelasan bahwa Satelit Telkom-3 saat ini melayang di ketinggian maksimum 5.014 kilometer (km), masih jauh dari ketinggian orbit yang diharapkan yaitu 36.000 km. Dengan demikian kemungkinan besar satelit tersebut sama sekali tidak akan dapat dipergunakan.

Sebelum hasil preliminary calculation diterima, sampai saat ini Telkom telah mengambil langkah-langkah penanganan untuk menjamin pelayanan dan operasional telekomunikasi kepada pelanggan tidak terganggu karena Telkom saat ini mengoperasikan dan menggunakan beberapa satelit. Selain itu, dari sisi keuangan, kejadian anomali peluncuran Satelit Telkom-3 juga tidak akan memberikan dampak signifikan, karena telah diasuransikan secara penuh.

"Sehubungan dengan hasil preliminary calculation dari pihak ISS Reshetnev maka Telkom juga menetapkan langkah-langkah kontingensi yang terkait dengan Telkom-3," jelas Head of Corporate Communication and Affair Telkom, Slamet Riyadi, dalam siaran persnya.

Rencana kontingensi merupakan prosedur operasional baku di Telkom, tidak terkecuali untuk transponder satelit. Untuk Satelit Telkom-3 langkah-langkah kontingensi sudah dilakukan sebelum satelit diluncurkan. Untuk memenuhi kebutuhan customer yang sudah mendaftar dan mengantisipasi demand kami melakukan penyewaan satelit yang cakupannya kurang lebih sama dengan Satelit Telkom-3. kbc5

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda