loading...

Cara agar petani semangat tanam kedelai

Online: Minggu, 05 Agustus 2012 | 13:22 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Mau petani bergairah kembali menanam komoditas kedelai? Menteri Petanian (Mentan) Suswono memberikan tips, yakni segera berlakukan penetapan harga dasar kedelai.

Suswono menuturkan, konsep harga dasar berbeda dengan harga pokok pembelian (HPP) pemerintah pada gabah atau beras. Pada harga dasar, pemerintah akan mewajibkan semua hasil panen kedelai dibeli.

Adanya jaminan pembelian itu akan membuat para petani termotivasi menanam komoditas kedelai. Sementara pada konsep HPP gabah tidak ada kewajiban membeli hasil panen petani. "Intervensi baru dilakukan apabila harga komoditas jatuh," ujar Suswono di Jakarta, Jumat (3/8/2012).

Bila mekanisme insentif harga dasar yang diberlakukan, sambung Mentan, maka diperlukan batas harga atas yakni ketika harga kedelai melambung.

"Kewenangan itu akan diberikan kepada badan peyangga. Kalau harga komoditas melambung maka dapat melakukan operasi pasar. Bulog bisa diberikan kewenangan itu," terang Suswono.

Suswono berpendapat, keengganan petani menanam komoditas kedelai karena selama ini hanya dibeli Rp 5.000 per kg. Apalagi, kedelai dari sisi produktivitas terbilang rendah ketimbang menanam komoditas jagung. Sehingga imbal hasil yang diterima petani cukup minim.

Menurut Mentan, dalam kondisi normal, seharusnya harga kedelai sebesar 1,5 kali harga beras. Kalau harga beras saat ini sekitar Rp 7.000, maka harga yang pantas bagi kedelai adalah Rp 10.500 per kg. "Bila hasil panen kedelai dijamin melalui mekanisme insentif itu, diyakini petani makin bergairah berbudidaya komoditas pangan tersebut," ujarnya. kbc11

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda