loading...

Puasa bikin inflasi Jatim melambung

Online: Rabu, 01 Agustus 2012 | 12:38 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Besarnya kenaikan harga berbagai komoditas konsumsi sejak menjelang puasa telah mengerek laju indeks harga konsumsi (IHK) atau inflasi di wilayah Jawa Timur (Jatim) bertengger dilevel 0,63%. Laju tersebut lebih besar dibanding bulan sebelumnya yang hanya dikisaran 0,58%.

"Akibat naiknya konsumsi berbagai kebutuhan, maka harga ikut terkerek. Kondisi ini akhirnya mengakibatkan laju inflasi Jatim di bulan Juli kian besar dibanding bulan sebelumnya," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Irlan Indrocahyo di Surabaya, Rabu (1/8/2012).

Lebih lanjut ia mengatakan, menjelang puasa, seluruh sub sektor kebutuhan mengalami kenaikan harga. Untuk indeks harga sub sektor makanan mengalami kenaikan sebesar 1,27%, indeks sub sektor makanan jadi dan rokok naik 1,17%, sub sektor kesehatan naik 0,28%, sub sektor perumahan naik 0,21%, transportasi naik 0,2% dan sandang mengalami kenaikan sebesar 0,2%.

"Mudah-mudahan untuk sub sektor sandang ini pada Agustus kenaikannya tidak akan lebih besar dari bulan Juli, karena biasanya laju konsumsinya akan sangat besar di minggu ke tiga puasa," ujarnya.

Adapun beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, diantaranya telur ayam ras, daging ayam ras, tempe, mie, gula pasir, daging sapi dan rokok filter. Kenaikan terbesar terjadi pada harga telur ayam ras yang mengalami kenaikan sebesar 11,20%, dari rata-rata harga bulan Juni sebesar Rp15.037 per kilogram menjadi Rp16.721 per kilogram di bulan Juli. Disusul harga daging ayam ras yang mengalami kenaikan sebesar 5,15% dari Rp26.546 per kilogram menjadi Rp27.913 per kilogram di bulan Juli.

Sementara harga mie juga terkerek sebesar 2,97% dari Rp4.837 per kilogram menjadi Rp4.981 per kilogram dan harga tempe naik 4,72% dari Rp7.554 per kilogram menjadi Rp7.910 per kilogram. Gula pasir naik 2,44% dari Rp12.531 per kilogram menjadi Rp12.836 per kilogram, daging sapi naik 2,54% dari Rp65.781 per kilogram menjadi Rp67.455 per kilogram dan harga rokok filter naik 2,38% dari Rp9.196 per pak menjadi Rp9.414 per pak.

Sementara komoditas yang menghambat laju inflasi diantaranya adalah penurunan harga bawang merah, emas perhiasan, nangka muda, wortel, kepiting, rajungan dan udang basah.

"Inflasi ini terjadi di seluruh kota IHK di Jatim. inflasi terbesar terjadi di Sumenep yang mencapai 1,02%, disusul Probolinggo sebesar 0,82%, Madiun 0,72%, Kediri 0,62%, Jember 0,62%, Surabaya sebesar 0,62% dan inflasi terendah terjadi di Malang yang mencapai 0,48%," terang Irlan.

Sementara laju inflasi kumulatif Jatim dari Januari hingga Juli tercatat mencapai 2,22% dan laju inflasi year on year (yoy) Juli 2012 terhadap ;uli 2011 mencapai 4,66%. kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda