loading...

Karpet merah untuk beras impor

Online: Senin, 23 Juli 2012 | 10:16 wib ET

DI TENGAH tantangan perubahan iklim dan tergerusnya lahan, kinerja sektor pertanian tahun ini tampaknya cukup bagus dibanding tahun lalu. Hingga akhir 2012, produksi beras nasional diprediksi bakal naik 4,3% dan mengalami surplus sekitar 5 juta ton beras. Meski demikian, peluang impor beras masih terbuka.

Perum Bulog menilai, surplus tersebut belum cukup untuk menunjang ketahanan pangan nasional. Impor beras masih dimungkinkan mengingat besaran surplus tersebut dipercaya belum menempatkan Indonesia dalam keadaan aman pangan.

Hingga hari ini, tercatat stok beras di Bulog secara nasional mencukupi untuk 8,5 bulan ke depan atau sampai Maret 2013. Stok tersebut tersebar di 1.751 unit gudang milik Bulog yang ada di seluruh Indonesia.

"Persoalannya, impor sangat berbeda dengan ketersediaan beras di Bulog. Pemerintah tidak akan mengambil risiko tajamnya musim paceklik yang mungkin bakal terjadi hingga Maret. Dalam rangka pengamanan stok cadangan tidak kurang, pemerintah bisa saja mengimpor. Bahkan, pemerintah yang baik juga akan berhitung dengan kondisi pada 2013. Karena posisi stok kita ini pes-pasan," ujar Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso.

Sutarto mengingatkan pengaruh iklim dan hama yang bisa mengacaukan produksi beras. "Negara sebesar ini dengan banyaknya kepulauan, memang yang paling aman, stok yang dimiliki dalam tiap waktu itu ya sekitar 6 bulan, kalau hanya 3 bulan saya rasa tidak cukup aman," tegasnya.

Dengan kondisi surplus beras nasional 2012 yang diperkirakan mencapai 5 juta ton, menurutnya itu tidak cukup aman bagi ketahanan pangan Indonesia yang memiliki jumlah penduduk sebesar 240 juta orang.

"Kalau surplus beras kita sudah mencapai 10 juta ton, itu baru aman. Gangguan iklim, elnino, hama tidak akan berpengaruh. Harga akan tetap stabil walaupun produksi sedikit terkendala. Dan ini kita targetkan terlaksana di 2014," ujarnya.

Terkait pengadaan beras tahun ini, Sutarto mengatakan, sudah mencapai 2,4 juta ton. Hingga akhir 2012, pengadaan diterget mencapai 3 juta ton beras. Untuk mencapainya, Bulog telah melaksanakan empat strategi.

Pertama, strategi dorong tarik pemda dengan memaksimalkan penyuluh yang ada untuk menggaet petani agar mau menjual beras mereka ke Bulog. Kedua, strategi jaringan semut dengan merekrut Gapoktan hingga penggilingan kecil untuk bermitra dan menjual beras mereka ke Bulog. Ketiga, pemberian insentif dan terakhir dengan turun langsung melakukan penanaman (on farm) melalui kerjasama dengan petani. kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda