Semester I, belanja iklan tembus Rp40 T
JAKARTA, kabarbisnis.com: Duit yang dikeluarkan guna keperluan promosi (iklan) selama semester I tahun ini mencapai angka Rp 40 triliun. Besaran ini meningkat 25 [ersen dibanding periode yang sama tahun 2011.
Ketua Umum Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia, Harris Thajeb mengatakan, realisasi itu sudah merepresentasikan 44 persen dari target belanja iklan hingga akhir 2012 sebesar Rp 90 triliun atau naik 23 persen dari realisasi tahun lalu, Rp 73 triliun.
"Hingga Juni 2012, sektor periklanan telah mengeluarkan dana sekitar Rp 40 triliun dari target hingga akhir tahun Rp 90 triliun, kata Harris di Jakarta, Minggu (22/7/2012).
Menurut dia, kenaikan belanja iklan di semester I disebabkan oleh kejuaraan olahraga sepak bola. Untuk kejuaraan Euro 2012, belanja iklan meningkat hampir dua kali lipat. Pada Juni 2012, belanja iklan mencapai Rp 7,6 triliun, ujarnya.
Perusahaan yang paling banyak membelanjakan iklan, yakni di sektor telekomunikasi, produk konsumsi harian, dan perbankan.
Hingga semester I 2012, iklan di televisi masih menjadi primadona perusahaan pengiklan. Iklan televisi berkontribusi sebesar 68 persen dari total belanja iklan, 30 persen oleh iklan koran dan media cetak, dan sisanya radio.
Dia optimistis target belanja iklan untuk 2012 bisa tercapai, apalagi ditopang oleh momen Ramadan. Menurut dia, belanja iklan pada Ramadan diperkirakan meningkat 22 persen dibanding belanja normal.
"Apalagi banyak juga perusahaan yang menambah anggaran untuk momen-momen khusus, seperti Ramadan dan Lebaran hingga 15 persen, katanya.
Perusahaan riset The Nielsen Company menyatakan belanja iklan pada kuartal I 2012 naik 20 persen menjadi Rp 15,6 triliun dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Belanja iklan di televisi mencapai 62 persen dari total belanja iklan. Kemudian, surat kabar mencapai 35 persen serta majalah dan tabloid mencapai 3 persen. kbc10
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9757.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +67.005 menjadi 5145.683
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- The Great Gatsby, sebuah film yang digarap bukan setengah-setengah
- Pasang foto tanpa izin, Rihanna tuntut Topshop US$5 juta
- Olympus tak lagi bermain di pasar kamera murahan
- Kecewa layanan jasa keuangan, lakukan hal ini ke OJK
- Waduh, uang rusak di Jatim capai Rp1,67 triliun
- Pasar properti sejumlah negara Asia bermasalah, RI lampu kuning?
- OJK masih kaji pemecahan lot saham jadi 100 lembar
- Ungguli rata-rata nasional, tata kelola Provinsi Jatim dinilai cemerlang
- Pilih mana? e-Toll Card, Indomaret Card, Gas Card?
- Pebisnis rental mobil seriusi pasar korporasi
- Minim venue internasional, MICE Surabaya tak optimal
- Tarif kargo via kereta api segera melonjak
- Musim liburan, omset rental mobil naik 100%
- Dunia perikanan butuh 23.000 TKI per tahun
- Kemenag janji biaya haji tak beratkan jemaah
- Biro kreatif terintegrasi hadir di Jatim
- Forjasi siap bentuk LBH khusus jasa konstruksi
- Tambah fasilitas, Nusantara Medika Utama tingkatkan mutu pelayanan
- Proyek molor, Pemkot Surabaya blacklist 12 kontraktor
- Pelindo ekspansi, ribuan usaha jasa kepelabuhanan terancam
- AKI: Dukungan pemerintah bagi kontraktor lokal minim
- Kemenakertrans dan Imigrasi kerja sama online data TKI
- Cak Imin minta perusahaan outsourcing registrasi ulang di daerah
- Forjasi desak pemda ikut awasi proyek tender di bawah 80%
