BTPN jajakan surat utang Rp1,25 triliun
JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) kembali mengeluarkan surat utang alias obligasi berkelanjutan I tahun 2012 dengan tingkat bunga tetap untuk tahap kedua senilai Rp1,25 triliun dari total obligasi berkelanjutan I tahun 2012 senilai Rp2,5 triliun.
Obligasi berkelanjutan I tahun 2012 untuk tahap kedua senilai Rp1,25 triliun terdiri dari dua seri. Surat utang dengan seri A ditawarkan Rp525 miliar berjangka waktu 3 tahun dengan penawaran kupon bunga 7,75%. Selain itu, obligasi seri B ditawarkan Rp725 miliar berjangka waktu 5 tahun dengan penawaran kupon bunga 8,25%. Demikian seperti dikutip dari keterangan yang diterbitkan, Kamis (19/7/2012).
Obligasi tersebut ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok. Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan sesuai tanggal pembayaran bunga obligasi.Penggunaan dana hasil penawaran obligasi untuk tahap kedua digunakan untuk pertumbuhan usaha dalam ekspansi kredit. Obligasi tersebut telah mendapatkan rating AA- dari PT Fitch Ratings Indonesia.
Perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi obligasi antara lain PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, PT Standard Chartered Securities Indonesia, dan PT NISP Sekuritas. PT Bank Permata Tbk bertindak sebagai wali amanat.
Untuk jadwal penawaran umum tanggal efektif pada 20 Juni 2012, masa penawaran umum pada 30-31 Juli 2012, penjatahan pada 1 Agustus 2012, distribusi obligasi secara elektronik pada 3 Agustus 2012, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Agustus 2012. kbc10
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9760.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +69.293 menjadi 5214.976
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- Dorong penggunaan gas, optimalkan penjualan mobile
- Tambah kapasitas Etihad Stadium, Manchester City rogoh £50 juta
- Dafam gelar pertandingan persahabatan antar jaringan hotel
- Harga rumah tipe 36 ke bawah alami lonjakan kenaikan
- The Great Gatsby, sebuah film yang digarap bukan setengah-setengah
- Pasang foto tanpa izin, Rihanna tuntut Topshop US$5 juta
- Olympus tak lagi bermain di pasar kamera murahan
- Kecewa layanan jasa keuangan, lakukan hal ini ke OJK
- Bangun 105 gerai baru, Erafone siapkan Rp90 miliar
- Indospring lepas 39,26 juta saham ke Indoprima
- Tiga bulan, Waskita raup laba Rp5 miliar
- Vale siap bagi dividen Rp486,1 miliar
- Banyak proyek baru, laba Intiland melejit 98,9%
- Akuisisi Bumi Putera, perusahaan Hary Tanoe tunggu izin BI
- Harga VIVA Rp 18 triliun, mau?
- Saham distributor motor MPM dilepas Rp2.000
- Sritex manfaatkan dana IPO untuk ekspansi
- Meski laba menyusut, Harum Energy bagi dividen Rp681 M
- Sri Rejeki Isman lepas 30,12% saham seharga Rp100
- OJK dorong rakyat kecil ikut cicipi investasi di pasar modal
- Arwana siap sebar dividen Rp73,4 miliar
- Laba anak usaha Bakrie naik 30% ke Rp 142,5 miliar
- Danamon setujui bagi dividen Rp1,2 triliun
- Trimegah Securities rilis reksa dana campuran TRAM ALPHA
