loading...

2013, Wamenkeu yakin ekonomi RI makin oke

Online: Selasa, 17 Juli 2012 | 01:20 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Krisis finansial global diperkirakan segera berakhir. Bahkan pada tahun 2013, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini memasuki fase pemulihan.

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati meyakini, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2013 mendatang bisa mencapai antara 6,8% hingga 7,2%. Proyeksi pertumbuhan tahun depan itu dapat dicapai dengan melihat komposisi konsumsi masyarakat, investasi, pengeluaran pemerintah, dan ekspor. Meski diakuinya angka ekspor melandai karena penurunan permintaan dunia, hal itu dapat ditutupi oleh arus investasi langsung ke Indonesia.

"Net ekspor pertumbuhannya melandai lebih karena harga komoditas ekspor kita memang turun. Kalau volume naik, harga turun, pertumbuhannya tidak dalam kisaran yang tinggi," ujarnya.

Anny menambahkan, konsumsi masih menjadi pemberi kontribusi terbesar Gross Domestic Product (GDP). "Jadi konsumsi publik ini tidak boleh terganggu. Kemudian baru government expenditure (pengeluaran pemerintah)," terang Anny.

Menurutnya, di alam dunia yang terinterkoneksi, perekonomian Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perekonomian global. Terutama kondisi Eropa, Amerika Serikat dan China.

"Namun, harus lihat kondisi ekonomi dunia mendekati Agustus, kami harap tidak ada kondisi yang sangat ekstrim yang bisa membuat perubahan signifikan ke asumsi ekonomi makro," harapnya. kbc11

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda