37 Pemda sudah ajukan pinjaman ke PIP
TANGERANG, kabarbisnis.com: Hingga kini, sekitar 37 pemerintah daerah (pemda) telah mengajukan permohonan pinjaman kepada Pusat Invesatasi Pemerintah (PIP). Hanya saja sebagian besar masih mengalami permasalahan .
Kepala Subdivisi Pengembangan Instrumen dan Pengendalian II Erdian Dharmaputra menjelaskan, permasalahan yang muncul saat pemda, pemprov maupun pemkot mengajukan pinjaman, salah satunya adalah studi klayakan atau feasibility study (FS) yang tidak standar.
:Saya minta dokumen tidak ada standarnya," kata Kepala Erdian di Hotel Aryaduta, Karawaci, Tangerang, Sabtu (14/7/2012).
Erdian menambahkan, untuk kualitas dokumen FS yang diberikan pemda sama seperti proposal katang taruna. "Kualitas FS-nya sama dengan proposal karang taruna minta uang ke kelurahan," ungkap dia.
Erdian menambahkan selain FS yang tidak standard, ada ketidak sesuaian antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan proyek yang hendak dibiayai. "Dari 37 kadang-kadang mereka menyusulkan tidak jelas masih kira-kira, kita cari dari database kita, kita cari permasalahan suatu daerah dan ternyata tidak pentingnya proyek tersebut," tambah Erdian.
Erdian mengungkapkan, FS yang diajukan pada dasarnya tidak sesuai dengan peraturan dan kondisi daerahnya. "Jadi tidak mengerti FS yang disusun, ketika kita cek kenyataan regulasi dan kondisi daerah tidak sesuai," ujar Erdian.
Selain itu penyusunan peraturan daerah (perda) juga menjadi masalah pengajuan permohonan pinjaman kepada PIP. "Penyusunan peraturan daerah juga" tegas dia.
Erdian menambahkan, permasalahan tersebut sebagian besar terjadi pada pemda di wilayah Indonesia bagian timur dan pengajuan pinjaman tersebut biasanya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur daerah. "Paling banyak di Indonesia Timur. Paling banyak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), jalan dan penyediaan air bersih," tutup Erdian. kbc10
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9757.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +67.005 menjadi 5145.683
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- Olympus tak lagi bermain di pasar kamera murahan
- Kecewa layanan jasa keuangan, lakukan hal ini ke OJK
- Waduh, uang rusak di Jatim capai Rp1,67 triliun
- Pasar properti sejumlah negara Asia bermasalah, RI lampu kuning?
- OJK masih kaji pemecahan lot saham jadi 100 lembar
- Ungguli rata-rata nasional, tata kelola Provinsi Jatim dinilai cemerlang
- Pameran bareng, Pakuwon obral diskon hingga 20%
- Transfer uang kini bisa lintas operator
- Kebut pembangunan Pasar Turi, La Nyalla didaulat jadi dirut
- Waspadai 17 kosmetik berbahaya ini
- Philips dorong penggunaan lampu hemat energi berbasis LED
- Penurunan Rp4 ribu sambut harga emas Antam pekan ini
- Fokus makanan olahan beku, Sekar Bumi genjot pasar lokal
- Moratorium hutan diperpanjang, ekonomi diyakini tak terganggu
- Usai terjun bebas, emas Antam parkir tiga hari di Rp541 ribu
- Siapkan SDM unggul, Semen Indonesia dirikan Sekolah Tinggi Manajemen
- Ekspansi, Jayanata segera buka outlet di Jakarta
- Pameran efektif kembangkan pasar UMKM
- Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- Emas Antam anjlok Rp5 ribu di akhir pekan
- Puluhan syahbandar disiagakan hadang penangkapan ikan ilegal
- KPPU hukum Chevron bayar denda Rp2,5 miliar
- Airbus berambisi gusur Boeing di bisnis pesawat bodi lebar
- Emas Antam kembali turun Rp2.000, buyback anjlok Rp9.000
