Hari ini, RI-Korsel kaji perdagangan bebas
JAKARTA, kabarbisnis.com: Hubungan bilateral dengan negara lain terus dilakukan pemerntah Indonesia. Usai Jerman, kini pemerintah siap mempererat kerja sama dengan Korea Selatan (Korsel).
Pertemuan bilateral antara Indonesia-Korea Selatan sendiri dijadwalkan akan dilangsungkan Kamis (12/7/2012) hari ini.
Direktur Jenderal Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo, mengatakan, pertemuan tersebut merupakan pertemuan pertama guna membahas perdagangan bebas (CEPA) antar kedua negara. Besok (hari ini, red) pertemuan pertama untuk membahas TOR mengenai lingkup perdagangan bebas Indonesia Korea, kata Iman, Rabu (11/7/2012).
Namun, karena baru pertemuan pertama, tidak ada target khusus dalam pembicaraan kedua belah pihak. Pertemuan tersebut hanya untuk mencoba menyusun pedoman perundingan berikutnya. Jadi agar perundingan yang lebih substantif nanti sudah memiliki pedoman, ujar Iman.
Diakuinya, pertemuan tersebut tidak akan memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Meski begitu, pertemuan yang digelar besok tetap diperlukan sebagai panduan pertemuan yang akan lebih substantif berikutnya. Secara legal tidak mengikat namun perlu untuk memandu jalannya perundingan substantif, kata Iman.
Sementara berdasarkan informasi yang dirilis Kantor Berita Yonhap, pertemuan ini akan dilakukan untuk membahas pakta perdagangan bebas antar kedua negara. Pertemuan itu juga merupakan pertemuan pertama usai pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak.
Pertemuan itu sendiri menyepakati adanya Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang juga dikenal dengan istilah perdagangan bebas. Indonesia sendiri merupakan salah satu mitra dagang terbesar Korea Selatan. Pada tahun 2011 lalu, nilai perdagangan kedua negara berhasil mencapai US$30,7 miliar.
Korea Selatan sendiri saat ini sudah memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan 10 negara di ASEAN. Meski begitu, Korea Selatan tetap melakukan pertemuan bilateral lanjutan untuk memperluas nilai perdagangan. Indonesia dinilai sangat strategis bagi Korea Selatan karena merupakan negara dengan populasi yang besar dan memiliki sumber daya alam yang melimpah. kbc10
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9760.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +69.293 menjadi 5214.976
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- Tambah kapasitas Etihad Stadium, Manchester City rogoh £50 juta
- Dafam gelar pertandingan persahabatan antar jaringan hotel
- Harga rumah tipe 36 ke bawah alami lonjakan kenaikan
- The Great Gatsby, sebuah film yang digarap bukan setengah-setengah
- Pasang foto tanpa izin, Rihanna tuntut Topshop US$5 juta
- Olympus tak lagi bermain di pasar kamera murahan
- Kecewa layanan jasa keuangan, lakukan hal ini ke OJK
- Waduh, uang rusak di Jatim capai Rp1,67 triliun
- Ini 1 provinsi dan 10 kabupaten baru hasil pemekaran
- Wow, PNS bakal diguyur remunerasi lagi
- Aturan Menkeu yang baru rugikan perusahaan rokok berskala kecil
- Banyak rugikan pebisnis, Kadin desak aturan pajak direvisi
- Tak lagi berdasar golongan, gaji PNS ditentukan kinerja
- Realisasi investasi tiga bulan pertama 2013 capai Rp93 triliun
- Jumlah wirausaha menyusut, buruh meningkat
- Pembangunan ekonomi daerah jangan cuma jiplak Jakarta
- Jasa Marga siap akuisisi ruas tol tengah kota Surabaya
- Akhirnya Chatib Basri resmi ditunjuk jadi Menkeu
- BI prediksi ekonomi Jatim tumbuh 7%
- Diusulkan, pendapatan jembatan Suramadu buat tol di Madura
- Pemerintah siapkan duit Rp20 T buat kompensasi kenaikan BBM
- Pebisnis dukung Chatib Basri jadi Menkeu
- Tak lagi berdasar golongan, gaji PNS ditentukan kinerja
- 69 Pemda dapat hibahan 119 pasar
