loading...
Kategori
Aneka Bisnis

Jamsostek salurkan PUMP 3.000 naker Rp60 M

Online: Kamis, 12 Juli 2012 | 06:20 wib ET

MOJOKERTO, kabarbisnis.com: PT Jamsostek (Persero) Wilayah VI Jatim, Bali, NTB dan NTT menargetkan tahun ini dapat menyalurkan pinjaman uang muka perumahan (PUMP) kepada 3.000 pekerja dengan alokasi dana sedikitnya Rp 60 miliar.

"Jumlah pekerja maupun nilai dana PUMP yang kami kucurkan tiap tahun cenderung naik, dimana pada 2010 senilai Rp16,2 miliar dan 2011 naik tipis menjadi Rp16,8 miliar. Tahun ini alokasinya naik cukup tinggi sedikitnya Rp 60 miliar bagi 3.000 pekerja," ujar Firman Ardi, Kepala Bagian Program Khusus PT Jamsostek VI, di sela-sela pembukaan pelatihan kewirausahaan bagi 40 pekerja korban PHK di Desa Sumolawang, Mojokerto, Rabu (11/7/2012).

Dia menambahkan, prasyarat yang diberlakukan bagi pekerja guna memperoleh dana PUMP lebih luwes yakni bisa mengajukan secara perorangan tanpa rekomendasi dari perusahaan tempat bekerja.

Namun, yang menentukan kelayakan untuk dikucuri pinjaman adalah perbankan. Untuk program ini PT Jamsostek menggandeng Bank BTN, Bukopin, BNI Syariah dan Syariah Mandiri.

Pekerja yang dapat mengakses dana tersebut adalah yang telah mengikuti program jaminan sosial tenaga kerja. Sedangkan pengajuannya dapat ditujukan melalui kantor cabang PT Jamsostek di tingkat kabupaten/kota. Di wilayah PT Jamsostek VI terdapat 20 kantor cabang.

Menurut Firman, peminat dana PUMP cukup tinggi. Dia optimistis target pekerja yang akan dikucuri dana tersebut hingga akhir Desember mendatang dapat tercapai yakni sebanyak 3.000 pekerja lebih.

Alasannya, di Malang, Jatim, saja akan dibangun 3.000 unit rumah pekerja yang memanfaatkan dana pinjaman lunak itu. Pekerja yang bergaji hingga Rp5 juta per bulan bisa memperoleh pinjaman dana Rp20 juta untuk kredit pemilikan rumah seharga Rp55 juta. Pekerja bergaji Rp10 juta lebih bisa mendapatkan dana PUMP Rp35 juta.

"Penyaluran PUMP merupakan salah satu program yang kami kembangkan secara serius, guna memudahkan pekerja untuk memiliki rumah hunian," tutur Firman. kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda