Lampung produsen gula terbesar di Indonesia

Jum'at, 05 Juni 2009 | 13:13 WIB ET

BANDAR LAMPUNG – Provinsi Lampung tercatat sebagai produsen gula nasional terbesar. Kontribusinya mencapai 38% dari seluruh produksi gula dalam negeri, dengan volumenya mencapai 750.000 – 800.000 ton per tahun.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindusrian dan Perdagangan Lampung Deddy Syailendra mengatakan, produksi gula tersebut dihasilkan oleh sejumlah pabrik gula dalam skala besar milik swasta dan BUMN.

Pabrik-pabrik gula tersebut adalah Gunung Madu Plantations (GMP), Gula Putih Mataram (Sugars Group) di Lampung Tengah, Sweet Indo Lampung, Indo Lampung Perkasa (Sugars Group) di Tulang Bawang, dan Bunga Mayang (PTPN VII) di Lampung Utara.

“Kalangan produsen ini juga berencana melakukan ekspansi dan membuka lahan baru. Mereka menggunakan sistem inti plasma atau mengambil alih lahan milik swasta atau masyarakat yang menganggur dengan sistem sewa tanah,” kata Deddy di Bandar Lampung, Jumat (5/6/09), seperti dilansir situs Depkominfo.

Apalagi, lanjutnya, sejumlah kabupaten masih memiliki peluang dan prospek untuk mengembangkan lahan tanaman tebu untuk gula diantaranya daerah Blambangan Umpu dan Gedung Pakuon (Way Kanan), Mesuji, Menggala Tulangbawang, Lampung Timur dan Lampung Tengah.

Deddy menambahkan, sebuah perusahaan yang merupakan anak perusahaan GMP telah menggembangkan tanaman tebu di Pakuon Ratu. Meskipun lahannya kini sebagian diklaim masyarakat. Tebu tersebut dikirim ke Lampung Tengah untuk digiling.

Gula asal Lampung menjadi konsumsi sebagian besar masyarakat Indonesia kecuali Papua, dengan kisaran harga mencapai Rp7.000 – Rp8.000 per kilogram. kbc7

Bagikan artikel ini: