loading...

Kemahalan, MNC Skyvision tak lirik World Cup 2014

Online: Senin, 09 Juli 2012 | 15:06 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Harga yang cukup mahal menjadi alasan tersendiri bagi PT MNC Skyvision Tbk untuk tidak membeli hak siar Piala Dunia (World Cup) 2014. Dus, karena berani membeli dengan harga pantas, PT Visi Media Asia Tbk menjadi pemegang hak siar di Indonesia.

Direktur Utama PT MNC Skyvision Rudy Tanoesoedibjo mengatakan, perseroan tidak akan mengambil hak siar Piala Dunia 2014 jika harga yang ditawarkan terlampau tinggi. “Harganya kemahalan, tidak bagus untuk televisi berbayar,” katanya selepas pencatatan saham perdana MNC Skyvision, Senin (9/7/2012).

Sayangnya, Rudy enggan menyebut berapa harga wajar untuk hak siar tersebut. "Itu tidak bisa kami disclose,” tuturnya.

Seperti diketahui, Visi Media Asia mendapatkan hak siar Piala Dunia 2014 dari PT Inter Sports Marketing dan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA). Perseroan berniat menjual kembali hak siar kepada televisi berbayar dan tetap menyiarkannya di dua stasiun televisi reguler milik perseroan yakni AnTV dan TvOne.

Setelah mendapatkan hak siar tersebut, 3 anak perusahaan Visi Media yakni ANTV, tvOne, dan PT Digital Media Asia diharuskan membayar biaya total sebesar US$61,5 juta. Biaya tersebut a.l digunakan untuk rights fee sebesar US$54,1 juta, biaya persiapan, negosiasi, dan eksekusi license agreement senilai US$4,44 juta dan biaya konsultasi sebesar US$3 juta. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda