loading...

Pergerakan rupiah akan tunggu BI Rate

Online: Minggu, 08 Juli 2012 | 09:46 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pergerakan rupiah pekan ini cukup fluktuatif. Merujuk data kurs tengah Bank Indonesia (BI), pairing US$/IDR membuka pekan di level Rp 9.401. Namun, rupiah kembali melemah di akhir pekan dengan turun di level Rp 9.403.

Jika dihitung dalam sepekan, rupiah tetap menguat 0,81%. Di pasar spot, pasangan USD/IDR kemarin, menguat 0,25 persen menjadi Rp 9.405.

Head of Research Divisi Treasuri BNI, Nurul Eti Nurbaeti melihat, pergerakan rupiah pada pekan ini cenderung melemah. "Ini karena sejumlah bank sentral global memutuskan untuk memangkas suku bunga," kata Nurul.

Akibatnya, lanjut dia, permintaan high yield currency menjadi berkurang karena pelaku pasar menjadi tidak tertarik. Dus, dollar AS kembali menjadi incaran dan rupiah menjadi tertekan.

Hal ini juga menutup sentimen positif dari dalam negeri yang sempat terjadi di awal pekan, ketika lelang Surat Utang Negara (SUN) oversubscribe dari target Rp 6 triliun menjadi lebih dari Rp 16 triliun.

Untuk pekan depan, Nurul menyebut selain faktor eksternal, fokus pelaku pasar valas akan tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 12 Juli yang akan menentukan tingkat suku bunga. "Nampaknya BI masih akan tetap menahan tingkat suku bunga yang ada sekarang," ujar Nurul.

Analis Monex Investindo Futures, Albertus Christian juga menilai, pergerakan rupiah pekan ini belum terlalu menggembirakan. Salah satu indikatornya terlihat dari dana asing yang masuk tampak belum terlalu banyak. "Selain itu, perlambatan ekonomi China juga telah membuat ekspor turun," katanya.

Meski begitu, ia menilai pekan depan rupiah berpeluang menuju arah positif. "Kebijakan moneter China dengan memangkas suku bunga acauan dari 6,31% jadi 6% menurut saya cukup solid untuk antisipasi pelambatan ekonomi," kata Albertus.

Sepekan ke depan, Albertus memperkirakan pergerakan pairing US$/IDR akan berada direntang Rp 9.335-9.450. Sedang Nurul memprediksi, pasangan US$/IDR pekan depan akan bergerak pada kisaran Rp 9.325-9.475. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda