loading...

Gapeknas dorong pemenuhan tenaga ahli konstruksi

Online: Jum'at, 06 Juli 2012 | 20:10 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (Gapeknas) Jawa Timur siap mendorong terpenuhinya tenaga terampil dan tenaga ahli di bidang jasa konstruksi. Ketua Umum Gapeknas Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti menyatakan saat ini Jatim masih mengalami defisit sumber daya manusia untuk profesi jasa kontruksi.

"Saat ini tantangan di industri jasa konstruksi makin berat. Selain seringnya perubahan peraturan pemerintah mengenai industri ini, penyediaan sumber daya manusia yang ahli dan terampil juga menjadi tantangan bagi pengusaha," katanya di sela pembukaan Musyawarah Daerah ke-3 Gapeknas Jatim, Jumat ( 6/7/2012).

Ia menambahkan, langkah pembinaan SDM terampil dan ahli tersebut akan melibatkan semua pengurus kabupaten maupun kota di Jatim. Nantinya Gapeknas Jatim akan mendorong pengurus di Kabupaten maupun Kota di Jatim untuk mengupayakan pembinaan dan pelatihan guna mencetak SDM terampil mapun ahli sektor ini. "Ini sekaligus akan menjadi misi bagi kepengurusan Gapeknas periode 2012-2017 yang akan dipilih melalui Musda hari ini," ujarnya.

Sementara itu, Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi Daerah (LPJKD) Jatim mencatat saat ini masih ada defisit sekitar 20.000 orang tenaga terampil dan tenaga ahli bersertifikasi di sektor usaha jasa kontruksi. Ketua Umum LPJKD Jatim, Erlangga Satriagung mengatakan, berdasarkan data LPJKD Jatim, saat ini kebutuhan total tenaga terampil maupun tenaga ahli jasa kontruksi yang terakriditasi mencapai 36.000 orang. "Nyatanya saat ini baru bisa dipenuhi sekitar 16.000 orang sehingga ada defisit sekitar 20.000 orang," katanya.

Khusus untuk tenaga ahli terakreditasi dengan standar profesi yang diakui di Jatim baru tersedia 365 orang, sedangkan kebutuhannya mencapai 2.938 orang.Untuk tenaga terampil bersertifikasi pada sektor jasa kontruksi di Jatim  membutuhkan sebesar 33.000 orang, sedangkan yang bisa dipenuhi baru 15.600 orang.

"Artinya masih butuh lebih dari 52,72 peren  tenaga terampil yang harus segera dicetak di Jatim. Ini butuh peran semua pihak khususnya asosiasi pengusaha maupun profesi jasa kontruksi seperti Gapeknas untuk turut bersama memenuhi kekurangan kebutuhan sumber daya terampil maupun ahli sektor jasa kontruksi itu," paparnya.

Ia menambahkan, kondisi defisit tenaga ahli jasa konstruksi ini tidak hanya berlangsung di Jatim, secara nasional di Indonesia kondisi serupa juga terjadi. Kbc8

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda