loading...

Priok bisa dibuka lagi untuk impor hortikultura

Online: Jum'at, 06 Juli 2012 | 14:04 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Penutupan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, untuk 46 jenis hortikultura impor yang akan dimulai pada 28 September 2012 mendatang dimungkinkan untuk dibuka kembali ketika Pelabuhan Tanjung Priok telah mendapat dukungan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Pasalnya, kondisi di sana saat ini sudah tidak memungkinkan untuk keamanan masuknya pangan impor dari seluruh negara. Sehingga pengalihannya ke empat pelabuhan sangat dibutuhkan untuk sementara waktu.

"Pengalihan ini sambil membenahi Pelabuhan Priok. Kalau Priok situasinya memungkinkan dan telah mendapat dukungan sarana dan prasarana yang memadahi, dibuka lagi tidak masalah," ungkap Menteri Pertanian Republik Indonesia, Suswono saat menghadiri Pameran ke-11 Sektor Agribisnis Indonesia di Tunjungan Plaza, Surabaya, Jumat (6/7/2012).

Sebenarnya, kata Suswono, Tanjung Priok masih terbuka untuk komoditas pangan dari berbagai negara yang sudah dijamin keamanan pangannya atau yang biasa disebut dengan negara CRA, seperti Amerika Serikat, Kanada dan Australia, termasuk bagi negara yang mengajukan seperti Thailand dan Uni Eropa. Dengan catatan, komoditas tersebut sudah melalui kontrol dan verifikasi oleh pihak Balai Karantina Pertanian.

"Untuk negara yang sudah dijamin keamanan pangannya, seperti Amerika Serikat, Kanada dan Australia, masih bisa masuk melalui Priok," ujarnya.

Terkait kesiapan Priok untuk dibuka kembali, Suswono mengatakan, pihak PT Pelindo II telah menyiapkan berbagai fasilitas yang diperlukan, diantaranya perluasan area. "Artinya, Priok akan dibebaskan kembali. Nantinya terserah importir mau masuk dari mana, bisa dari Priok, Perak atau Medan. Tergantung impor tersebut untuk memenuhi kebutuhan daerah mana," lanjutnya.

Suswono juga mengharapkan, pihak Bea dan Cukai tidak memungut pajak lebih dulu sebelum komoditas pangan impor tersebut bebas dari Karantina. Karena di negara maju, untuk komoditas pangan, utamanya pangan segar, Karantina ada di depan. Setelah itu baru Bea Cukai. "Kami harap, ini berlaku diseluruh pelabuhan," tegasnya. kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda