Priok bisa dibuka lagi untuk impor hortikultura
SURABAYA, kabarbisnis.com: Penutupan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, untuk 46 jenis hortikultura impor yang akan dimulai pada 28 September 2012 mendatang dimungkinkan untuk dibuka kembali ketika Pelabuhan Tanjung Priok telah mendapat dukungan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Pasalnya, kondisi di sana saat ini sudah tidak memungkinkan untuk keamanan masuknya pangan impor dari seluruh negara. Sehingga pengalihannya ke empat pelabuhan sangat dibutuhkan untuk sementara waktu.
"Pengalihan ini sambil membenahi Pelabuhan Priok. Kalau Priok situasinya memungkinkan dan telah mendapat dukungan sarana dan prasarana yang memadahi, dibuka lagi tidak masalah," ungkap Menteri Pertanian Republik Indonesia, Suswono saat menghadiri Pameran ke-11 Sektor Agribisnis Indonesia di Tunjungan Plaza, Surabaya, Jumat (6/7/2012).
Sebenarnya, kata Suswono, Tanjung Priok masih terbuka untuk komoditas pangan dari berbagai negara yang sudah dijamin keamanan pangannya atau yang biasa disebut dengan negara CRA, seperti Amerika Serikat, Kanada dan Australia, termasuk bagi negara yang mengajukan seperti Thailand dan Uni Eropa. Dengan catatan, komoditas tersebut sudah melalui kontrol dan verifikasi oleh pihak Balai Karantina Pertanian.
"Untuk negara yang sudah dijamin keamanan pangannya, seperti Amerika Serikat, Kanada dan Australia, masih bisa masuk melalui Priok," ujarnya.
Terkait kesiapan Priok untuk dibuka kembali, Suswono mengatakan, pihak PT Pelindo II telah menyiapkan berbagai fasilitas yang diperlukan, diantaranya perluasan area. "Artinya, Priok akan dibebaskan kembali. Nantinya terserah importir mau masuk dari mana, bisa dari Priok, Perak atau Medan. Tergantung impor tersebut untuk memenuhi kebutuhan daerah mana," lanjutnya.
Suswono juga mengharapkan, pihak Bea dan Cukai tidak memungut pajak lebih dulu sebelum komoditas pangan impor tersebut bebas dari Karantina. Karena di negara maju, untuk komoditas pangan, utamanya pangan segar, Karantina ada di depan. Setelah itu baru Bea Cukai. "Kami harap, ini berlaku diseluruh pelabuhan," tegasnya. kbc6
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9765.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +19.24 menjadi 5207.999
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- Pelanggan Indovision kini bisa tonton TV di tablet
- Gelar Pasar Meriah, berniaga.com temukan penjual-pembeli
- Novel Harry Potter terjual US$228 ribu
- Chatib Basri ingatkan bubble price di IHSG
- Digarap serius, potensi bisnis properti di daerah luar biasa
- Mendadak jadi guru, bos Semen Indonesia motivasi pelajar agar tak loyo belajar
- Berbekal US$1,1 miliar, Yahoo! resmi caplok Tumblr
- RI disilakan cicipi kekayaan energi Papua Nugini
- RI 4 besar produsen pertanian dunia, tapi kualitas jeblok
- Ini dia 18 komoditas yang kembali diliberalisasikan
- Produksi Pabrik Gula Gempolkrep ditarget naik 21%
- Liberalisasi ekonomi terbukti lemahkan sektor agribisnis
- Masuki musim giling, petani desak HPP Gula Rp 9.800/kg
- Impor bibit induk ayam pedaging segera dekati 1 juta ekor
- Monsanto incar produksi benih jagung 10.400 ton
- Petani minta HPP Gula dekati biaya riil
- Revitalisasi tambak udang tahap dua dimulai September
- Pemerintah perkuat sinergitas hulu hilir perikanan
- UKM sektor perikanan butuh banyak pendampingan
- Pendapatan rendah, rakyat jarang beli buah-buahan
- PTPN VIII jadi jagoan genjot produksi buah tropis
- Cara Dahlan jadikan hortikultura RI tuan rumah di negeri sendiri
- Bangun pabrik gula di Malang, tiga investor siapkan duit Rp4 triliun
- Ini alasan Mendag kembali membuka impor daging
