loading...
Kategori
Teknologi

RI siap bangun National Cyber Defense

Online: Kamis, 05 Juli 2012 | 11:43 wib ET

BALI, kabarbisnis.com: Sudah waktunya Indonesia merintis untuk membangun National Cyber Defense, menyusul banyaknya data pribadi, perusahaan, dan pemerintahan terkait dengan teknologi informasi dan lebih mudah diakses melalui jaringan internet yang terancam kejahatan di dunia maya (cyber crime).

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Budi Susilo Soepandji mengatakan, informasi memang harus dibuka kepada masyarakat, tetapi di tangan orang yang tidak memiliki wawasan kebangsaan bisa mengancam keamanan negara.

"Sudah waktunya Indonesia memiliki National Cyber Defense untuk memikirkan dan mengantisipasi terjadinya ancaman cyber," ujarnya dalam Munas VII APJII, Kamis (6/7/2012).

Lemhanas saat ini sudah mengedukasi dan memberi pemahaman kepada berbagai komunitas, mulai dari petani hingga Kadin. Langkah selanjutnya regulasi untuk membentuk kekuatan bekerja menjaga keamanan dunia cyber.

Serangan terhadap kedaulatan negara saat ini tidak hanya melalui aksi militer atau ekonomi, serangan cyber dari perseorangan,kelompok, bahkan pemerintah menjadi ancaman terhadap individu dan negara.

Sekarang setiap aspek kehidupan pribadi dan pemerintah pasti berkaitan dengan teknologi informasi. Database atau informasi rahasia yang dicuri atau di akses bisa mengancam dan berpotensi merusak stabilitas politik, sistem perbankan, hingga nilai sosial budaya. Data perlu diproteksi

"Operator harus bisa memilih teknologi ," ujarnya.

Teknologi informasi kini menjadi senjata perang antar negara. Sebagai gambaran ketika mereka mengetahui informasi tentang alat utama sistem senjata, atau sebaliknya, salah satu pihak turun semangat perang karena melihat spesifikasi senjata lawan jauh lebih canggih. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda