Tampil di BEI, Bank Jatim pakai kode BJTM

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) menetapkan kode emiten BJTM yang akan dipakai pada perdagangan pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah proses penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Direktur Utama Bank Jatim, Hadi Sukrianto mengatakan, pemilihan nama tersebut untuk mempermudah penyebutan pasca-IPO nanti.
"Kalau kode emitennya kami akan pakai BJTM karena sesuai singkatan Bank Jatim, jadi lebih mudah diingat," kata Hadi di sela pembukaan penawaran saham umum di Kantor Pusat Bank Jatim, Selasa (3/7/2012).
Perseroan hari ini mulai melakukan proses penawaran saham umum ke investor ritel sebagai rangkaian penawaran saham ke publik (initial public offering/IPO). Dalam penawaran umum saham ke nasabah ritel hari ini Bank jatim hanya akan mengalokasikan maksimal 5% dari total saham yang akan dilepas ke publik.
Bank Jatim sendiri melepas maksimal 2.98 miliar lembar saham baru pada proses IPO. Hadi menambahkan, harga IPO saat ini sudah ditetapkan sebesar Rp 430 per lembar saham. Harga ini merupakan harga terendah dari harga kisaran yang ditetapkan selama book building yakni antara Rp 430-Rp 670 per lembar.
Ia menjelaskan, harga IPO ditetapkan pada batas bawah karena pasar saham di Indonesia sedang dalam posisi menurun saat ini. "Dari periode book building dan proses roadshow penawan saham yang sudah kami lakukan di dalam negeri serta luar negeri maka kami putuskan mematok harga IPO pada batas bawah Rp430 per lembar saham," ujarnya.
Sebelum menentukan harga IPO, Bank Jatim sudah melakukan roadshow ke Jakarta, Surabaya, Singapura, Kuala Lumpur dan Hongkong untuk menjaring minat pasar.
Sebanyak 2.98 miliar lembar saham baru yang ditawarkan dalam IPO ini berupa saham Seri B yakni 20% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum. Saat ini kepemilikan saham seri A Bank Jatim antara lain, Pemerintah Provinsi Jawa Timur 64,33%, dan Pemerintah Kota/Kabupaten se Jawa Timur Pemerintah Kota 35,67%.
Hadi mengatakan, dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung ekspansi kredit, perluasan jaringan dan pengembangan teknologi informasi (IT) Perseroan. Sekitar 80% untuk mendukung ekspansi kredit, kemudian sekitar 10% untuk perluasan jaringan, dan sisanya 10% untuk pengembangan IT, katanya. kbc8
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9765.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +18.959 menjadi 5207.718
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- Chatib Basri ingatkan bubble price di IHSG
- Digarap serius, potensi bisnis properti di daerah luar biasa
- Mendadak jadi guru, bos Semen Indonesia motivasi pelajar agar tak loyo belajar
- Berbekal US$1,1 miliar, Yahoo! resmi caplok Tumblr
- RI disilakan cicipi kekayaan energi Papua Nugini
- Resmi meluncur, Sony Xperia Tablet Z dibanderol Rp4,8 jutaan
- BlackBerry siap kembangkan Z10 jadi phablet terbaru
- Gerakan Direksi Mengajar, bos PTPN X ajak pelajar SMA rajin membaca
- Bangun 105 gerai baru, Erafone siapkan Rp90 miliar
- Indospring lepas 39,26 juta saham ke Indoprima
- Tiga bulan, Waskita raup laba Rp5 miliar
- Vale siap bagi dividen Rp486,1 miliar
- Banyak proyek baru, laba Intiland melejit 98,9%
- Akuisisi Bumi Putera, perusahaan Hary Tanoe tunggu izin BI
- Harga VIVA Rp 18 triliun, mau?
- Saham distributor motor MPM dilepas Rp2.000
- Seluruh laba Unilever Rp4,9 triliun dibagi ke pemegang saham
- Incar penjualan Rp480 M, Sekar Laut tambah mesin baru
- Sritex manfaatkan dana IPO untuk ekspansi
- Meski laba menyusut, Harum Energy bagi dividen Rp681 M
- Sri Rejeki Isman lepas 30,12% saham seharga Rp100
- OJK dorong rakyat kecil ikut cicipi investasi di pasar modal
- Arwana siap sebar dividen Rp73,4 miliar
- Laba anak usaha Bakrie naik 30% ke Rp 142,5 miliar
