loading...

Bank Jatim mulai jajakan saham ke investor ritel

Online: Selasa, 03 Juli 2012 | 12:49 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) hari ini mulai melakukan proses penawaran saham umum ke investor ritel sebagai rangkaian penawaran saham ke publik (initial public offering/IPO). Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto mengatakan, dalam penawaran umum saham ke nasabah ritel hari ini pihaknya akan mengalokasikan maksimal 5% dari total saham yang akan dilepas ke publik.

"Sesuai ketentuan Bappepam-LK, kami hanya akan menawarkan 5% dari total saham yang akan dilepas dalam IPO untuk ditawarkan ke investor selama masa penawaran umum mulai hari ini hingga 6 Juli nanti," kata Hadi di sela pembukaan penawaran saham umum di Kantor Pusat Bank Jatim, Selasa (3/7/2012).

Bank Jatim sendiri melepas maksimal 2.98 miliar lembar saham baru pada proses IPO tahun ini. Hadi menambahkan, harga IPO saat ini sudah ditetapkan sebesar Rp 430 per lembar saham. Harga ini merupakan harga terendah dari harga kisaran yang ditetapkan selama book building, yakni antara Rp 430-Rp 670 Per lembar.

Hadi menjelaskan, harga IPO ditetapkan pada batas bawah karena pasar saham di Indonesia sedang dalam posisi menurun saat ini. "Dari periode book building dan proses roadshow penawan saham yang sudah kami lakukan di dalam negeri serta luar negeri maka kami putuskan mematok harga IPO pada batas bawah Rp430 per lembar saham," ujarnya.

Sebelum menentukan harga IPO, Bank Jatim sudah melakukan roadshow ke Jakarta, Surabaya, Singapura, Kuala Lumpur, dan Hongkong untuk menjaring minat pasar.

Sebanyak 2.98 miliar lembar saham baru yang ditawarkan dalam IPO ini berupa saham Seri B yakni 20% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum. Saat ini kepemilikan saham seri A Bank Jatim antara lain, Pemerintah Provinsi Jawa Timur 64,33%, dan Pemerintah Kota/Kabupaten se Jawa Timur Pemerintah Kota 35,67%.

Hadi mengatakan, dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung ekspansi kredit, perluasan jaringan dan pengembangan teknologi informasi (IT) perseroan. "Sekitar 80 persen untuk mendukung ekspansi kredit, kemudian sekitar 10 persen untuk perluasan jaringan, dan sisanya 10 persen untuk pengembangan IT," katanya.

Bank Jatim menargetkan perolehan dana hasil IPO akan menambah rasio modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perseroan hingga akhir tahun di kisaran 20%-21%. "Posisi Juni 2012, CAR kami di level 20,99%. Dengan tambahan dana IPO, CAR kami di akhir tahun di kisaran 21%-22%. Hal itu sudah memperhitungkan ekpansi kredit tahun ini," papar Hadi.

Adapun masa penawaran awal dilakukan pada 19-26 Juni 2012 lalu, dan dilanjutkan dengan penetapan harga pada 26 Juni 2012. Saat ini Bank Jatim sudah mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK. Perseroan mulai melakukan penawaran umum pada 3-6 Juli 2012. Setelah penawaran umum, penjatahan dilakukan pada tanggal 9 Juli 2011 dan puncak prosesi IPO yakni pencatatan saham di papan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 11 Juli 2012.

Dalam proses IPO ini, Bank jatim menunjuk dua sekuritas yang akan bertindak selaku Penjamin Emisi (underwriter) yakni PT Bahana Securities dan PT Mandiri Sekuritas. kbc8

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda