loading...

Lamicitra tetap lanjutkan proyek perkantoran Rp 250 M

Online: Sabtu, 30 Juni 2012 | 08:57 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Meski terhadang oleh aturan dari pemerintah daerah terkait pembangunan gedung komersial di Surabaya, PT Lamicitra Nusantara Tbk (LAMI) tetap akan merealisasikan pembangunan gedung perkantoran di Surabaya bernama Surabaya Design Center (SDC).

Director Operational LAMI, Robin Wijaya Gejali mengatakan, meski aturan tersebut membuatnya harus melakukan desain ulang terhadap keseluruhan proyek gedung yang akan dibangun di pusat kota di kawasan Jalan Basuki Rahmad tersebut, namun pihaknya menilai bahwa kebutuhan akan gedung sewa kantor di Surabaya masih tinggi.

"Kita sudah siapkan dana sekitar Rp 200 miliar-250 miliar untuk proyek ini. Jadi tetap jalan, meski kita harus mengubah ulang desainnya. Paling cepat tahun depan baru akan dimulai pembangunannya," kata Robin usai RUPS perseroan di Hotel Tunjungan Surabaya, Jumat (29/6/2012).

Diakuinya, dengan direalisasikannya gedung perkantoran 20 lantai tersebut, ke depan diharapkan akan memperkuat kinerja perseroan, yang selama ini mengandalkan pendapatan dari pengelolaan pusat perdagangan, ruko, hotel, pengelolaan kawasan industri berikat, dan pengelolaan depo peti kemas.

Dari usaha tersebut, selama tahun 2011 lalu Lamicitra berhasil membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 159,633 miliar, tumbuh 23,77 persen dari 2010 sebesar Rp 128,970 miliar.

Sektor real estate tumbuh 45,38 persen secara yoy dari Rp 59,339 miliar menjadi Rp 86,268 miliar, sektor jasa perhotelan (Hotel Tunjungan) tumbuh 7,24 persen dari Rp 31,543 miliar menjadi Rp 33,828 miliar.

Sektor lain seperti jasa depo peti kemas hanya tumbuh 2,58 persen dari Rp 1,474 miliar menjadi Rp 1,512 miliar. Sektor sewa dan jasa pelayanan juga tumbuh tipis secara yoy 3,86 persen dari R36,614 miliar menjadi Rp 38,026 miliar.

"Sementara sampai triwulan I/2012, perseroan membukukan penjualan Rp 26,929 miliar atau turun 13,59 persen dibandingkan triwulan I/2011 sebesar Rp 31,167 miliar," tukas Direktur PT Lamicitra Nusantara Priyo Setya Budi. kbc7

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda