Lamicitra tetap lanjutkan proyek perkantoran Rp 250 M

SURABAYA, kabarbisnis.com: Meski terhadang oleh aturan dari pemerintah daerah terkait pembangunan gedung komersial di Surabaya, PT Lamicitra Nusantara Tbk (LAMI) tetap akan merealisasikan pembangunan gedung perkantoran di Surabaya bernama Surabaya Design Center (SDC).
Director Operational LAMI, Robin Wijaya Gejali mengatakan, meski aturan tersebut membuatnya harus melakukan desain ulang terhadap keseluruhan proyek gedung yang akan dibangun di pusat kota di kawasan Jalan Basuki Rahmad tersebut, namun pihaknya menilai bahwa kebutuhan akan gedung sewa kantor di Surabaya masih tinggi.
"Kita sudah siapkan dana sekitar Rp 200 miliar-250 miliar untuk proyek ini. Jadi tetap jalan, meski kita harus mengubah ulang desainnya. Paling cepat tahun depan baru akan dimulai pembangunannya," kata Robin usai RUPS perseroan di Hotel Tunjungan Surabaya, Jumat (29/6/2012).
Diakuinya, dengan direalisasikannya gedung perkantoran 20 lantai tersebut, ke depan diharapkan akan memperkuat kinerja perseroan, yang selama ini mengandalkan pendapatan dari pengelolaan pusat perdagangan, ruko, hotel, pengelolaan kawasan industri berikat, dan pengelolaan depo peti kemas.
Dari usaha tersebut, selama tahun 2011 lalu Lamicitra berhasil membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 159,633 miliar, tumbuh 23,77 persen dari 2010 sebesar Rp 128,970 miliar.
Sektor real estate tumbuh 45,38 persen secara yoy dari Rp 59,339 miliar menjadi Rp 86,268 miliar, sektor jasa perhotelan (Hotel Tunjungan) tumbuh 7,24 persen dari Rp 31,543 miliar menjadi Rp 33,828 miliar.
Sektor lain seperti jasa depo peti kemas hanya tumbuh 2,58 persen dari Rp 1,474 miliar menjadi Rp 1,512 miliar. Sektor sewa dan jasa pelayanan juga tumbuh tipis secara yoy 3,86 persen dari R36,614 miliar menjadi Rp 38,026 miliar.
"Sementara sampai triwulan I/2012, perseroan membukukan penjualan Rp 26,929 miliar atau turun 13,59 persen dibandingkan triwulan I/2011 sebesar Rp 31,167 miliar," tukas Direktur PT Lamicitra Nusantara Priyo Setya Budi. kbc7
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9757.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +67.005 menjadi 5145.683
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- Olympus tak lagi bermain di pasar kamera murahan
- Kecewa layanan jasa keuangan, lakukan hal ini ke OJK
- Waduh, uang rusak di Jatim capai Rp1,67 triliun
- Pasar properti sejumlah negara Asia bermasalah, RI lampu kuning?
- OJK masih kaji pemecahan lot saham jadi 100 lembar
- Ungguli rata-rata nasional, tata kelola Provinsi Jatim dinilai cemerlang
- Pameran bareng, Pakuwon obral diskon hingga 20%
- Transfer uang kini bisa lintas operator
- Terancam pailit, BEI suspensi saham Surabaya Agung Industri
- Jelang IPO, Sandi Uno gadang-gadang saham MPM
- United Tractors masuki bisnis galangan kapal
- Fundamental aduhai, saham KIJA dan SMGR layak untuk dilirik
- Empat bank ini siap mendarat di bursa
- Emiten anggota Grup Salim ramai-ramai buyback saham
- Sir Alex turun, saham Manchester United jeblok
- Adhi Karya bagi-bagi dividen Rp42,32 miliar
- Masuk generasi keempat, Sidomuncul serius IPO
- Charoen Pokphand bagi-bagi dividen Rp754 miliar
- Penjualan Indocement cuma naik tipis 2%
- Sir Alex turun, saham Manchester United jeblok
- Tembus 5.089, IHSG cetak level tertinggi
- Fundamental aduhai, saham KIJA dan SMGR layak untuk dilirik
- Juni, BEI siap buka lagi lelang anggota bursa
- Golden Energy bagi-bagi dividen Rp31,5 per lembar saham
