Terkerek gas, ongkos produksi melonjak 11,5%
JAKARTA, kabarbisnis.com: Biaya produksi yang harus ditanggung produsen bakal melonjak 11,5 persen, menyusul kenaikan harga gas industri sebesar 50 persen secara bertahap.
Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat mengatakan, jika pemerintah menaikan harga gas 50 persen, pengusaha merasa keberatan. Karena akan mempengaruhi harga produksi sehingga ada kenaikan biaya produksi sebesar 11,5 persen.
"Kenaikan yang sangat fantastik 50 persen sudah pasti mempengaruhi ongkos produksi karena struktur biaya energi (gas) bisa mencapai 23 persen, jadi kalau naik 50 persen akan ada kenaikan biaya 11,5 persen," kata Ade di Jakarta, Jumat (29/6/2012).
Sebelumnya, pemerintah sepakat menaikkan harga gas untuk industri dari awalnya 55 persen menjadi 50 persen.
"Setelah rapat di Kementerian ESDM, kemudian rapat lagi bertemu industri. Kami sudah menghitung ulang. Kesimpulan didapat, keputusan diambil. Pertama, kenaikan harga gas tidak jadi 55 persen, tapi 50 persen," kata Menteri ESDM Jero Wacik.
Selain menurunkan besaran kenaikannya, pemerintah juga tidak akan menaikkan harga gas itu sekaligus. Jero menyebutkan, kenaikan harga gas akan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, mulai 1 September 2012 naik 35 persen, selanjutnya 1 April 2013 naik 15 persen. kbc10
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9775.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +33.69 menjadi 5155.093
- Pilihan Editor: Terdesak impor, Kadin-KPPI gencar sosialisasi safeguards di Jatim
- Praktik kartel bikin bunga bank di RI tertinggi se-Asean?
- Jabat Gubernur BI, Agus Marto bersumpah tak akan terima suap
- Unesa ambisi jadi pusat litbang industri batik Nusantara
- Pensiunan ini rutin beli Jaguar lima kali dalam setahun
- Pensiun, Beckham gandeng bos Manchester City beli tim MLS?
- Rambah bisnis ponsel, Jennifer Lopez gaet Verizon
- Awas informasi pribadi Anda disalahgunakan situs belanja online
- Bos Bulog berbagi kisah sukses dengan siswa SMA di Jatim
- Pelindo III-AKR bangun kawasan industri di Gresik
- Bangun pabrik di RI, VW berburu pemasok komponen lokal
- Industri kulit dan alas kaki Jatim mulai menggeliat
- Dahlan klaim sejak 2012 PD di Jatim cetak untung
- Agar eksis, industri tekstil RI harus incar segmen atas
- Indonesia berpeluang jadi basis industri oleokimia
- Wismilak incar produksi 3,6 miliar batang rokok
- Lima sektor industri ini bakal nikmati tax holiday
- Kadin ragu RI siap hadapi liberalisasi pasar ASEAN
- Boeing genjot penjualan Dreamliner
- Perkuat kerja sama bisnis, pengusaha Selandia Baru kunjungi RI
- Wismilak siap pasok filter rokok Ke Taiwan dan Polandia
- Sritex siap tantang tekstil China di negaranya
- Wismilak incar produksi 3,6 miliar batang rokok
- Lima sektor industri ini bakal nikmati tax holiday
- Pabrik rokok keluarga siap-siap dibebani cukai tinggi
