loading...

Bangun pabrik baru, Polychem gelontor US$17,5 juta

Online: Selasa, 26 Juni 2012 | 17:46 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Polychem Indonesia Tbk menggelontorkan dana sekitar US$17,5 juta untuk ekspansi pembangunan pabrik baru di Serang, Banten.

Control Manager Polychem Indonesia Richard Tursadi mengatakan, pembangunan pabrik tersebut melengkapi fasilitas produksi etoksilat bakal meningkatkan kapasitas produksi hingga 2 kali lipat.

"Pabrik etoksilat yang pertama utilisasi produksinya sudah 98%, jadi akan kami bangun pabrik baru di sebelahnya. Kapasitas produksi akan meningkat dari 40.000 ton per tahun menjadi 80.000 ton per tahun," jelasnya usai rapat umum pemegang saham di Jakarta, Selasa (26/6/2012).

Etoksilat merupakan bahan turunan minyak bumi yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun mandi dan deterjen. Saat ini, Poylchem merupakan satu-satunya produsen etoksilat di Indonesia.

Richard menambahkan, perseroan menggelontorkan dana hingga US$17,5 juta untuk pembangunan pabrik baru tersebut. Kebutuhan dana ekspansi bakal dipenuhi oleh kas internal.

"Sebagian besar dana digunakan untuk investasi mesin, sebab lahannya sudah tersedia. Pembangunan sudah dimulai dan dijadwal rampung akhir April atau awal Maret tahun depan," jelasnya.

Kebutuhan etoksilat dalam negeri, ujarnya, masih terus bertumbuh saat ini. Oleh sebab itu 80% produk etoksilat perseroan bakal ditujukan untuk pasar dalam negeri, sedangkan sisanya ditujukan untuk pasar Asia Tenggara dan Cina.

Richard menyebut sumbangan penjualan dari produk etoksilat saat ini mencapai US$40.000 per tahun. Dengan peningkatan kapasitas produksi, sumbangannya diharapkan naik 2 kali lipat.

Adapun untuk 2012, emiten berkode saham ADMG tersebut membidik penjualan senilai Rp4 triliun. Richard memerkirakan penjualan perseroan tidak akan sebagus tahun lalu karena pelemahan harga kapas di pasar dunia.

"Tahun lalu itu kami beruntung karena harga kapas mencapai US$200 per ton, sehingga orang banyak yang lari ke polyester. Saat ini harga kapas sekitar US$70 per ton, akibatnya penjualan polyester turun," bebernya.

Sebagai informasi, Polychem membukukan penjualan sebesar Rp4,86 triliun tahun lalu, meningkat 34% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp3,63 triliun. Dari penjualan produk polyester, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,59 triliun, atau setara dengan 32,72% penjualan konsolidasi. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda