Bangun pabrik baru, Polychem gelontor US$17,5 juta

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Polychem Indonesia Tbk menggelontorkan dana sekitar US$17,5 juta untuk ekspansi pembangunan pabrik baru di Serang, Banten.
Control Manager Polychem Indonesia Richard Tursadi mengatakan, pembangunan pabrik tersebut melengkapi fasilitas produksi etoksilat bakal meningkatkan kapasitas produksi hingga 2 kali lipat.
"Pabrik etoksilat yang pertama utilisasi produksinya sudah 98%, jadi akan kami bangun pabrik baru di sebelahnya. Kapasitas produksi akan meningkat dari 40.000 ton per tahun menjadi 80.000 ton per tahun," jelasnya usai rapat umum pemegang saham di Jakarta, Selasa (26/6/2012).
Etoksilat merupakan bahan turunan minyak bumi yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun mandi dan deterjen. Saat ini, Poylchem merupakan satu-satunya produsen etoksilat di Indonesia.
Richard menambahkan, perseroan menggelontorkan dana hingga US$17,5 juta untuk pembangunan pabrik baru tersebut. Kebutuhan dana ekspansi bakal dipenuhi oleh kas internal.
"Sebagian besar dana digunakan untuk investasi mesin, sebab lahannya sudah tersedia. Pembangunan sudah dimulai dan dijadwal rampung akhir April atau awal Maret tahun depan," jelasnya.
Kebutuhan etoksilat dalam negeri, ujarnya, masih terus bertumbuh saat ini. Oleh sebab itu 80% produk etoksilat perseroan bakal ditujukan untuk pasar dalam negeri, sedangkan sisanya ditujukan untuk pasar Asia Tenggara dan Cina.
Richard menyebut sumbangan penjualan dari produk etoksilat saat ini mencapai US$40.000 per tahun. Dengan peningkatan kapasitas produksi, sumbangannya diharapkan naik 2 kali lipat.
Adapun untuk 2012, emiten berkode saham ADMG tersebut membidik penjualan senilai Rp4 triliun. Richard memerkirakan penjualan perseroan tidak akan sebagus tahun lalu karena pelemahan harga kapas di pasar dunia.
"Tahun lalu itu kami beruntung karena harga kapas mencapai US$200 per ton, sehingga orang banyak yang lari ke polyester. Saat ini harga kapas sekitar US$70 per ton, akibatnya penjualan polyester turun," bebernya.
Sebagai informasi, Polychem membukukan penjualan sebesar Rp4,86 triliun tahun lalu, meningkat 34% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp3,63 triliun. Dari penjualan produk polyester, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,59 triliun, atau setara dengan 32,72% penjualan konsolidasi. kbc10
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9775.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +33.69 menjadi 5155.093
- Pilihan Editor: Terdesak impor, Kadin-KPPI gencar sosialisasi safeguards di Jatim
- Roy Suryo dukung Banyuwangi pacu wisata melalui kompetisi olahraga
- Praktik kartel bikin bunga bank di RI tertinggi se-Asean?
- Jabat Gubernur BI, Agus Marto bersumpah tak akan terima suap
- Unesa ambisi jadi pusat litbang industri batik Nusantara
- Pensiunan ini rutin beli Jaguar lima kali dalam setahun
- Pensiun, Beckham gandeng bos Manchester City beli tim MLS?
- Rambah bisnis ponsel, Jennifer Lopez gaet Verizon
- Awas informasi pribadi Anda disalahgunakan situs belanja online
- Fundamental aduhai, saham KIJA dan SMGR layak untuk dilirik
- Sir Alex turun, saham Manchester United jeblok
- Juni, BEI siap buka lagi lelang anggota bursa
- Distributor motor Honda IPO lepas 28% saham
- Hero Supermarket incar dana rights issue Rp3,46 triliun
- Masuk generasi keempat, Sidomuncul serius IPO
- Medco bagikan 30% laba untuk dividen
- Japfa bakal borong kembali sahamnya
- Aksi borong asing kembali kerek IHSG 0,3% ke 5.208
- Masuk generasi keempat, Sidomuncul serius IPO
- Charoen Pokphand bagi-bagi dividen Rp754 miliar
- Penjualan Indocement cuma naik tipis 2%
- Sir Alex turun, saham Manchester United jeblok
- Tembus 5.089, IHSG cetak level tertinggi
- Fundamental aduhai, saham KIJA dan SMGR layak untuk dilirik
- Juni, BEI siap buka lagi lelang anggota bursa
