loading...

Bukit Asam ekspor setrum 1.200 MW ke Malaysia

Online: Jum'at, 22 Juni 2012 | 16:45 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) siap menjual listrik sebesar 1.200 Megawatt (MW) ke Malaysia.

Hal itu diwujudkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang dilakukan Direktur Utama Bukit Asam, Milawarma, Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji, dan Direktur Utama Tenaga Nasional Berhad (TNB) dari Malaysia, Datuk Seri Che Khalib Mohd Noh. Gyna.

"MoU ini untuk memasok energi listrik dari lokasi tambang Bukit Asam di Peranap, Indragiri Hulu Riau, ke Malaysia, pada awal pekan ini," kata Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, Hananto Budi Laksono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/6/2012).

Dalam rangka persiapan kemitraan strategis tersebut, ungkap Hananto, akan dibentuk tiga perusahaan patungan untuk pengembangan sebagian tambang Peranap, pembangunan Pembangkit Lisrik Tenaga Uap (PLTU) 2 X 600 MW di mulut tambang di Peranap, dan pembangunan transmisi dari Peranap ke Malaysia.

Dia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan batu bara PLTU itu, sebagian wilayah tambang Bukit Asam di Peranap sudah disiapkan. Volume yang dibutuhkan per tahun untuk PLTU 2 X 600 MW itu sekitar 5-6 juta ton.

Hananto mengungkapkan, dari keseluruhan energi yang dihasilkan PLTU, sebagian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi domestik dan sebagian lagi disalurkan melalui transmisi bawah laut ke Malaysia yang jaraknya relatif dekat dari lokasi PLTU di Peranap.

PTBA wilayah Peranap memiliki sumber daya batu bara sebesar 792 juta ton dan cadangan tertambang sebesar 367 juta ton. Ini merupakan bagian dari total sumber batu bara yang dimiliki perseroan sebesar 7,29 miliar ton dan cadangan tertambang sekitar 25 persen dari total cadangan tertambangnya sebesar 1,99 miliar ton.

Menurut dia, dari sisi kualitas, mayoritas batu bara Peranap termasuk jenis batu bara berkalori rendah yang paling ekonomis bila pemanfaatannya ditujukan untuk pasokan PLTU Mulut Tambang karena tidak lagi memerlukan transportasi yang berbiaya tinggi. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda