loading...

Hanya 10% penduduk RI yang punya asuransi

Online: Rabu, 20 Juni 2012 | 15:50 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kesadaran warga Indonesia dalam mengasuransikan jiwa dan bendanya masih cukup minim. Dari seluruh penduduk Indonesia, saat ini diperkirakan hanya sekitar 10 persen yang sudah memiliki asuransi. Namun para pelaku usaha asuransu justru melihat kondisi itu sebagai potensi pasar yang besar.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan P Roeslani menilai, penjualan produk asuransi yang didistribusikan melalui jaringan bank (bancaassurance) akan tumbuh pesat.

"Potensi bisnis bancaassurance di Indonesia masih sangat besar dengan potensi pasar yang masih sangat luas untuk digarap, mengingat masih sangat kecilnya prosentase penduduk Indonesia yang berasuransi yaitu baru sekitar 10 persen dari total jumlah penduduk Indonesia," sebut Rosan, dalam seminar terkait bancaassurance yang diselenggarakan Kadin Indonesia, di Jakarta, Rabu (20/6/2012).

Ia menyebutkan, belum banyak masyarakat Indonesia yang memiliki asuransi. Hal ini menjadi potensi besar bagi perusahaan asuransi dan bank untuk menawarkan produknya.

Sekarang ini, kata Rosan, saluran distribusi penjualan produk asuransi masih didominasi oleh agen dengan persentase mencapai 90 persen. Akan tetapi, ia memprediksi penjualan produk asuransi melalui bancassurance akan menjadi saluran distribusi dengan pertumbuhan paling cepat ke depannya. "Saat ini baru sekitar 15-17 persen dari nasabah bank yang membeli polis asuransi melalui bancaassurance," sambung dia.

Ia optimistis bancassurance akan berkembang karena produk ini akan memberikan beberapa manfaat bagi nasabah, perusahaan asuransi, dan bank. Pertama, produk memberikan nilai tambah kepada nasabah. Kedua, meningkatkan nilai kepuasan nasabah sehingga meningkatkan loyalitas nasabah. Ketiga, merealisasikan one-stop financial service center. Keempat, sumber potensial fee based income bagi pihak bank. "Meningkatkan pendapatan premi asuransi dan akuisisi nasabah baru," ujar Rosan.

Dikatakannya pula, produk bancaassurance menjadi salah salah alternatif mengurangi ketidakpastian sumber pendanaan perbankan karena tiga per empat dana masyarakat di bank berjangka waktu di bawah tiga bulan. "Ketergantungan perbankan pada dana jangka pendek bisa dikurangi," pungkas dia. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda