Hanya 10% penduduk RI yang punya asuransi
Berita Terkait
JAKARTA, kabarbisnis.com: Kesadaran warga Indonesia dalam mengasuransikan jiwa dan bendanya masih cukup minim. Dari seluruh penduduk Indonesia, saat ini diperkirakan hanya sekitar 10 persen yang sudah memiliki asuransi. Namun para pelaku usaha asuransu justru melihat kondisi itu sebagai potensi pasar yang besar.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan P Roeslani menilai, penjualan produk asuransi yang didistribusikan melalui jaringan bank (bancaassurance) akan tumbuh pesat.
"Potensi bisnis bancaassurance di Indonesia masih sangat besar dengan potensi pasar yang masih sangat luas untuk digarap, mengingat masih sangat kecilnya prosentase penduduk Indonesia yang berasuransi yaitu baru sekitar 10 persen dari total jumlah penduduk Indonesia," sebut Rosan, dalam seminar terkait bancaassurance yang diselenggarakan Kadin Indonesia, di Jakarta, Rabu (20/6/2012).
Ia menyebutkan, belum banyak masyarakat Indonesia yang memiliki asuransi. Hal ini menjadi potensi besar bagi perusahaan asuransi dan bank untuk menawarkan produknya.
Sekarang ini, kata Rosan, saluran distribusi penjualan produk asuransi masih didominasi oleh agen dengan persentase mencapai 90 persen. Akan tetapi, ia memprediksi penjualan produk asuransi melalui bancassurance akan menjadi saluran distribusi dengan pertumbuhan paling cepat ke depannya. "Saat ini baru sekitar 15-17 persen dari nasabah bank yang membeli polis asuransi melalui bancaassurance," sambung dia.
Ia optimistis bancassurance akan berkembang karena produk ini akan memberikan beberapa manfaat bagi nasabah, perusahaan asuransi, dan bank. Pertama, produk memberikan nilai tambah kepada nasabah. Kedua, meningkatkan nilai kepuasan nasabah sehingga meningkatkan loyalitas nasabah. Ketiga, merealisasikan one-stop financial service center. Keempat, sumber potensial fee based income bagi pihak bank. "Meningkatkan pendapatan premi asuransi dan akuisisi nasabah baru," ujar Rosan.
Dikatakannya pula, produk bancaassurance menjadi salah salah alternatif mengurangi ketidakpastian sumber pendanaan perbankan karena tiga per empat dana masyarakat di bank berjangka waktu di bawah tiga bulan. "Ketergantungan perbankan pada dana jangka pendek bisa dikurangi," pungkas dia. kbc10
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9765.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini -26.217 menjadi 5188.759
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- Berbekal US$1,1 miliar, Yahoo! resmi caplok Tumblr
- RI disilakan cicipi kekayaan energi Papua Nugini
- Resmi meluncur, Sony Xperia Tablet Z dibanderol Rp4,8 jutaan
- BlackBerry siap kembangkan Z10 jadi phablet terbaru
- Gerakan Direksi Mengajar, bos PTPN X ajak pelajar SMA rajin membaca
- Dorong penggunaan gas, optimalkan penjualan mobile
- Tambah kapasitas Etihad Stadium, Manchester City rogoh £50 juta
- Dafam gelar pertandingan persahabatan antar jaringan hotel
- Marak berita gempa, demand asuransi properti naik
- Inilah asuransi terbaik versi Media Asuransi
- Askes dan Jamsostek siap laksanakan SJSN
- Kontraktor gagal, asuransi bisa terseret kasus hukum
- Nasabah Taspen Jember capai 95.017 orang
- Investasi asuransi jiwa tumbuh 35,64% jadi Rp123,3 triliun
- Santunan Jasa Raharja 2009 Rp1,3 triliun
- Genjot layanan, Askes bikin program dokter keluarga
- Pendapatan premi bisnis baru Manulife capai Rp5,5 triliun
- Sasar menengah bawah, Allianz incar 1.000 polis per bulan
- KPPU endus praktik kartel di asuransi
- Cetak premi Rp1,5 triliun di 2012, tahun ini Wahana Tata incar Rp1,8 triliun
- Selama 20 tahun, cuma ada tambahan satu perusahaan reasuransi
- Allianz rilis asuransi perlindungan warisan
- BTN dan Jasindo patungan bikin perusahaan asuransi
- Gabung BPJS, Jamsostek butuh 600 pegawai baru
