Duh! Hibah 1.000 kapal nelayan mubazir
JAKARTA, kabarbisnis.com: Program hibah 1.000 kapal nelayan yang digulirkan sejak 2010 berpotensi mubazir. Di antaranya karena kapasitas mesin yang terlalu besar sehingga tidak dapat dioperasikan nelayan.
"Kita temukan di Indonesia Tmur. Kapalnya hanya disandarkan karena nelayan tidak dapat memikul beban operasi. Biasanya, dengan kapal 5 gross ton (GT) nelayan cukup mengeluarkan Rp 1 juta. Tapi, kapal yang dihibahkan 30 GT, ongkos sekali melaut bisa lebih Rp 15 juta," ungkap pemerhati kelautan dan perikanan DFW Zulficar Mochtar di Jakarta, Senin (18/6/2012).
Dalam temuan lainnya, menurut Zulficar, nelayan juga tidak dapat menggunakan karena kapal yang dihibahkan itu tidak memenuhi standar melaut, seperti mesin cepat rusak dan jala yang kurang lebar. Hal itu di antaranya ditemukan di Maluku, Jawa, dan Jakarta.
Menurutnya, program ini sebagai blunder pemerintah dalam merancang program. Ini sama saja pemborosan anggaran negara. "Hal itu sekaligus menunjukkan ketidakcakapan seorang menteri dalam melakukan perencanaan sebuah program," terang Zulficar.
Secara prinsip, sambung Zulficar, sebenarnya program 1.000 kapal itu sudah bagus sebagai inisiatif pemerintah untuk memperhatikan nasib masyarakat pesisir.
Hanya saja, prosesnya tidak strategis dan tidak berasal dari informasi yang akurat dan persiapan yang matang. Alhasil, rencana pengadaan kapal tersebut tidak sesuai dengan speksifikasi yang diharapkan.
"Setiap daerah di Indonesia itu berbeda. Kemudian ikan tangkapan mereka juga berbeda-beda juga, jenis alat tangkap yang mereka gunakan juga berbeda juga. Dan pemahaman atas kompleksitas ini itu harus dimiliki oleh seorang menteri kelautan," tandasnya.
Zulficar menambahkan, bila tidak ingin dianggap program yang menghambur-hamburkan anggaran, pemerintah harus secepatnya melakukan pendataan ulang. Sehingga kapal yang diberikan dapat digunakan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh nelayan. kbc11
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9757.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +67.005 menjadi 5145.683
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- Pasang foto tanpa izin, Rihanna tuntut Topshop US$5 juta
- Olympus tak lagi bermain di pasar kamera murahan
- Kecewa layanan jasa keuangan, lakukan hal ini ke OJK
- Waduh, uang rusak di Jatim capai Rp1,67 triliun
- Pasar properti sejumlah negara Asia bermasalah, RI lampu kuning?
- OJK masih kaji pemecahan lot saham jadi 100 lembar
- Ungguli rata-rata nasional, tata kelola Provinsi Jatim dinilai cemerlang
- Pameran bareng, Pakuwon obral diskon hingga 20%
- RI 4 besar produsen pertanian dunia, tapi kualitas jeblok
- Ini dia 18 komoditas yang kembali diliberalisasikan
- Liberalisasi ekonomi terbukti lemahkan sektor agribisnis
- Produksi Pabrik Gula Gempolkrep ditarget naik 21%
- Masuki musim giling, petani desak HPP Gula Rp 9.800/kg
- Petani minta HPP Gula dekati biaya riil
- Monsanto incar produksi benih jagung 10.400 ton
- Impor bibit induk ayam pedaging segera dekati 1 juta ekor
- Bangun pabrik gula di Malang, tiga investor siapkan duit Rp4 triliun
- Ini alasan Mendag kembali membuka impor daging
- Tiga resep kemandirian pangan ala Monsanto
- Kini petani bisa intip harga komoditas pangan via ponsel
- 2014, Tebu anti-kekeringan bakal dirilis
- Jadi stabilisator, Bulog minta jatah 10% kuota impor daging sapi
- BUMN produsen teh diminta genjot produksi
- Waduh, petani bakal kesulitan pasokan air
