Pasar global jeblok, Jatim lirik domestik
SURABAYA, kabarbisnis.com: Kondisi perekonomian dunia yang kian tak menentu menyebabkan realisasi ekspor non migas Jawa Timur sepanjang Januari hingga April 2012 terjadi kontraksi sebesar 30,32 persen.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, sepanjang kuartal pertama 2012, realisasi ekspor non migas Jatim mencapai US$4,824 juta, turun dari tahun lalu pada periode yang sama sebesar US$4,824 juta. Penurunan terbesar terjadi pada ekspor tembaga yang mencapai lebih dari 500%.
Selain ekspor tembaga, beberapa komoditas ekspor lainnya juga ikut terkoreksi. Ekspor bahan kimia organik misalnya turun 63%, ekspor kertas dan karton turun 27,66%, ekspor berbagai produk kimia turun 12,09%, ekspor kayu dan bahan dari kayu turun 6,99%.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Budi Setiawan mengungkapkan, dampak krisis yang terjadi di Amerika dan Eropa telah memukul seluruh negara eksportir di dunia, termasuk Indonesia dan Jawa Timur lebih khususnya. Hal ini mengakibatkan ekspor Jatim sepanjang 2012 mengalami penurunan yang cukup besar.
Agar kinerja perdagangan Jatim di tahun 2012 tidak mengalami kontraksi, saat ini Jatim berupaya semaksimal mungkin untuk memperkuat pasar dalam negeri dengan menggenjot realisasinya dengan seluruh daerah di Indonesia.
"Yang harus kita lakukan saat ini adalah memperkuat pasar dalam negeri. Karena dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 370 juta, Indonesia menjadi pasar yang cukup seksi bagi seluruh negara. Dan kita harus rebut itu, jangan sampai dikuasai oleh asing," tegas Budi Setiawan di Surabaya, Senin (18/6/2012).
Terkait realisasi perdagangan antar daerah Jatim, ia menurutkan, cukup bagus. Hingga triwulan I/2012 realisasi ekspor Jatim ke luar daerah mencapai Rp68,53 triliun, sementara impor Jatim dari daerah lain hanya dikisaran Rp55,5 triliun. Artinya, neraca perdagangan Jatim dengan berbagai daerah di Indonesia mengalami surplus sebesar Rp13, 03 triliun.
"Realisasi ini meningkat hampir 22% dibanding 2011 pada periode yang sama yang mencapai Rp56,3 miliar. Dan pada saat itu, surplus kita hanya dikisaran Rp7,4 triliun," ujarnya.
Melihat realisasi yang cukup menggembirakan tersebut, Budi optimistis hingga akhir tahun 2012 realisasi ekspornya bisa digenjot hingga Rp280 triliun dan impor dikisaran Rp280 triliun, sehingga surplus dikisaran Rp40 triliun hingga Rp45 triliun. Dan kinerjanya bisa mengalami kenaikan sebesar 20% hingga 30%.
"Untuk itu, kami akan mengajak berbagai asosiasi dan pengusaha disektor yang mengalami penurunan ekspor, seperti sepatu, garmen dan tekstil, handicraft serta Usaha Kecil menengah (UKM) ke sejumlah daerah untuk mencari peluang pasar dengan melakukan temu bisnis dengan pengusaha di daerah yang bersangkutan. Dan kami juga telah mengumpulkan seluruh perwakilan dagang kita yang ada di berbagai daerah untuk melakukan optimalisasi pasar dengan gencar melakukan promosi," tegasnya.
Terkait ekspor luar negeri, Budi mengatakan Jatim akan lebih berkonsentrasi garap pasar yang masuk cukup potensial untuk bisa berkembang, seperti pasar Afrika Selatan, Timur Tengah dan Amerika Utara. Karena beberapa negara tersebut sebenarnya potensinya cukup besar sementara realisasi ekspor Jatim ke berbagai negara tersebut, masih cukup kecil, kontribusinya terhadap total ekspor masih dibawah 5%.kbc6
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9765.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini -26.217 menjadi 5188.759
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- Mendadak jadi guru, bos Semen Indonesia motivasi pelajar agar tak loyo belajar
- Berbekal US$1,1 miliar, Yahoo! resmi caplok Tumblr
- RI disilakan cicipi kekayaan energi Papua Nugini
- Resmi meluncur, Sony Xperia Tablet Z dibanderol Rp4,8 jutaan
- BlackBerry siap kembangkan Z10 jadi phablet terbaru
- Gerakan Direksi Mengajar, bos PTPN X ajak pelajar SMA rajin membaca
- Dorong penggunaan gas, optimalkan penjualan mobile
- Tambah kapasitas Etihad Stadium, Manchester City rogoh £50 juta
- Harga melambung, keran impor sapi kembali dibuka
- Resmi, impor bawang putih tanpa kuota
- Indomaret gencar kembangkan konsep toko-kafe
- Pesan ke Carrefour, belanjaan akan diantar ke rumah
- Kemdag klaim tindak 726 barang ilegal
- Produk ritel dibayangi kenaikan harga BBM
- Gantungkan impor, neraca perdagangan RI masih defisit hingga 2015
- Pertama kali sejak September 2012, neraca dagang RI surplus
- Belanja promosi, Ace Hardware sebar duit Rp78 miliar
- Alfamart ambisi genapi 8.000 toko hingga akhir tahun
- BlackBerry dan iPad ilegal rugikan negara US$600 juta/tahun
- Siap-siap serbu diskon hingga 50% malam ini di Carrefour
- Gantungkan impor, neraca perdagangan RI masih defisit hingga 2015
- Pesan ke Carrefour, belanjaan akan diantar ke rumah
- Hadapi AEC, 15.000 perusahaan wajib tera di tahun ini
- Pertama kali sejak September 2012, neraca dagang RI surplus
