Kadin Institute jadi laboratorium bisnis Jatim

Berita Terkait
- 150 Perusahaan berpameran mulai hari ini di Surabaya
- SDM di Jatim punya potensi besar di bidang penyiaran
- Kadin Jatim dorong pengembangan SDM bidang broadcasting
- 'Luruk' Sumsel, pengusaha Jatim kemas potensi bisnis Rp38,6 M
- 150 Peserta ikuti Pameran Peningkatan Produk Dalam Negeri di Jatim
+ lebih banyak
SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur meresmikan gedung Kadin Institute pada hari Sabtu (16/6/2012). Meski gedungnya baru diresmikan, lembaga ini dalam setahun terakhir telah beroperasi dengan melakukan serangkaian pendidikan dan pelatihan kewirausahaan bagi para pengusaha muda.
Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, Kadin Institute akan menjadi garda terdepan pengembangan bisnis di Jatim. Lembaga ini akan menjadi semacam laboratorium bisnis untuk meningkatkan daya saing para pelaku usaha di Jatim.
"Kadin Institute akan melaksanakan program pendidikan, pelatihan, pendampingan, dan penelitian bisnis yang semuanya bermuara pada kepentingan pelaku usaha di Jatim, khususnya yang masih berskala mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," ujar La Nyalla di sela-sela peresmian, Sabtu (16/6/2012). Turut hadir dalam peresmian itu, antara lain, Gubernur Jatim Soekarwo.
La Nyalla menuturkan, peranan sektor UKM di Jatim sangat signifikan. Dengan jumlah unit usaha mencapai 4,2 juta, UKM menyumbang sekitar 52 persen terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim. "Keberadaan Kadin Institute akan mencoba mendorong UKM untuk semakin berkembang dan memberi kontribusi positif ke masyarakat," ujarnya.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,19 persen per triwulan I/2012, lanjut La Nyalla, Jatim kian mengukuhkan posisinya sebagai barometer perekonomian nasional. Capaian pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding rerata pertumbuhan nasional yang sebesar 6,3 persen. Jatim juga menargetkan bisa menjadi kontributor perekonomian terbesar menyalip DKI Jakarta pada 2014. "Tentu kinerja bagus ini harus dikawal dengan semakin meningkatkan competitiveness para pelaku usaha. Kadin Institute hadir untuk menjawab tantangan tersebut," ujar La Nyalla.
Dia menuturkan, pembentukan Kadin Institute juga diharapkan bisa mendorong pengembangan kemampuan dan keterampilan sumberdaya manusia (SDM) di Jatim untuk menjawab tantangan di bidang perekonomian. Dengan meningkatnya SDM di Jatim tersebut, diharapkan investasi akan semakin mengucur deras ke provinsi ini. Peningkatan SDM ini terkait dengan teknologi produksi, manajemen pemasaran, hingga manajemen keuangan.
Kadin Institute, sambung dia, akan fokus mendidik angkatan kerja yang putus sekolah, putus kuliah dan yang telah lulus, namun berstatus penganggur atau sedang mencari pekerjaan yang memerlukan profesionalisme. "Kami akan mendidik mereka menjadi pengusaha yang bisa membuka lapangan pekerjaan. Pengajarnya tidak main-main. Sejumlah pengusaha sukses sudah menyatakan kesediaannya untuk menjadi pengajar di Kadin Institute," ujarnya.
Nantinya, Kadin Institute akan menjadi semacam pusat jaringan kerja sama dalam memenuhi kebutuhan dan permintaan tenaga kerja dan mitra usaha.
La Nyalla menambahkan, Kadin Institute juga akan menjadi pusat penelitian bisnis, termasuk untuk riset pasar guna mengembangkan pemasaran produk-produk dari pelaku usaha di Jatim. Intelejen pasar (market intellegence) akan dilaksanakan dengan membidik ceruk pasar baru di tengah ketatnya persaingan di pasar domestik dan internasional. "Selama ini yang menjadi salah satu kelemahan UMKM kita adalah tak adanya riset pasar yang baik. Jika ada riset pasar yang baik, gerak UMKM kita akan lebih terstruktur dalam menentukan segmentasi, targeting, dan positioning sesuai kaidah manajemen pemasaran modern," jelas La Nyalla.
Kadin Institute diharapkan akan menjadi stimulus bagi tumbuhnya wirausahawan baru di Jatim. Dalam hal ini, bukan sekadar wirausahawan, melainkan wirausahawan yang mampu memanfaatkan sumberdaya lokal dengan memberi nilai tambah mampu mendorong program pro-poor, pro-job, pro-growth, dan pro-development.
"Karena itu, Kadin Institute menargetkan bisa melatih 3.000 wirausahawan (entrepreneur) baru dalam kurun waktu lima tahun, baik yang akan maupun yang sedang melakukan usaha. Kadin Institute juga menargetkan bisa melatih 1.000 pelaku usaha yang bisa kami tingkatkan grade-nya dalam kurun waktu lima tahun," ujarnya. kbc5
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9757.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +67.005 menjadi 5145.683
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- Kecewa layanan jasa keuangan, lakukan hal ini ke OJK
- Waduh, uang rusak di Jatim capai Rp1,67 triliun
- Pasar properti sejumlah negara Asia bermasalah, RI lampu kuning?
- OJK masih kaji pemecahan lot saham jadi 100 lembar
- Ungguli rata-rata nasional, tata kelola Provinsi Jatim dinilai cemerlang
- Pameran bareng, Pakuwon obral diskon hingga 20%
- Transfer uang kini bisa lintas operator
- PTPN X dan Pertamina siap jalin sinergi bisnis bioetanol
- Kebut pembangunan Pasar Turi, La Nyalla didaulat jadi dirut
- Waspadai 17 kosmetik berbahaya ini
- Philips dorong penggunaan lampu hemat energi berbasis LED
- Penurunan Rp4 ribu sambut harga emas Antam pekan ini
- Fokus makanan olahan beku, Sekar Bumi genjot pasar lokal
- Moratorium hutan diperpanjang, ekonomi diyakini tak terganggu
- Usai terjun bebas, emas Antam parkir tiga hari di Rp541 ribu
- Siapkan SDM unggul, Semen Indonesia dirikan Sekolah Tinggi Manajemen
- Pameran efektif kembangkan pasar UMKM
- Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- Emas Antam anjlok Rp5 ribu di akhir pekan
- Puluhan syahbandar disiagakan hadang penangkapan ikan ilegal
- KPPU hukum Chevron bayar denda Rp2,5 miliar
- Airbus berambisi gusur Boeing di bisnis pesawat bodi lebar
- Emas Antam kembali turun Rp2.000, buyback anjlok Rp9.000
- Andalkan SocialPush, Jogglo.com bertarung di bisnis E-commerce
