DPS dapat kontrak 11 kapal dari Tonasa Line
SURABAYA, kabarbisnis.com: Kinerja PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) tahun ini dipastikan akan semakin kinclong. Pada awal tahun ini, selain melakukan pembangunan dua unit kapal pesanan PT Pertamina, perusahaan galangan kapal pelat merah ini juga telah mendapatkan kontrak pembangunan 11 unit kapal dari PT Tonasa Line, anak perusahaan PT Semen Tonasa dengan nilai Rp1,3 triliun.
Untuk pengerjaan dua unit kapal jenis self prepelled barge cement carrier atau pengangkut semen dengan bobot 8.000 ton, progresnya telah mencapai 30% dan hari ini, Jumat (14/6/2012) telah dilakukan peletakan lunas kapal (keel laying). Sementara pemotongan pelat baja pertama kapal pengangkut semen dengan nomor lambung N.12611 dan N.12612 telah dilakukan pada Rabu (25/5/2012).
Plt. Direktur Utama PT DPS, I Wayan Yoga Djunaedy mengatakan, kerjasama dengan PT Tonasa Line memang sudah terjalin sejak tahun 2000. Dan di tahun ini, kedua belah pihak telah memantapkan kerjasama untuk pemesanan 11 unit kapal hingga 2014. Ke 11 unit tersebut terdiri dari empat unit kapal pengangkut semen dan enam pengangkut batu bara.
"Tahap awal, mereka sudah memesan dua unit kapal pengangkut semen senilai Rp120 miliar per unit. Sementara untuk kapal ke tiga dan keempat akan dipesan ketika progrem pembangunan dua unit kapal ini bagus dan begitu seterusnya," ujar I Wayan saat keel laying dua unit kapal pengangkut semen curah 8.000 ton payload pesanan PT Tonasa Line di Surabaya.
Diharapkan, ke dua kapal akan selesai dalam jangka waktu 12 bulan atau sekitar bulan Maret 2013. Untuk saat ini, pembangunan sudah mencapai 30% sehingga pada bulan September akan dilakukan pemesanan lagi untuk dua unit berikutnya. "Untuk yang dua unit selanjutnya, rencananya akan kami bangun di galangan baru kami yang ada di Brondong Lamongan," tegas Wayan.
Terkait kinerja perusahaan, ia mengatakan cukup bagus. Pada tahun ini pemdapatan ditarget bisa lebih dari naik 40% dari realisasi tahun lalu, dari Rp300 miliar menjadi sekitar Rp500 miliar. Untuk mencapai target tersebut, DPS juga tengah melakukan penjajakan kerjasama pembangunan kapal dengan PT Pelindo I.
"Kami akan terus berupaya melakukan sinergi dengan berbagai perusahaan dalam negeri dan luar negeri, khususnya dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar kinerja kian bagus," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Tonasa Line, Wahab Candoko mengatakan, saat ini PT Tonasa Line memang tengah membutuhkan tambahan armada kapal untuk pengangkut semen dan batu bara. Karena pada September 2012 besok, satu unit perusahaan PT Semen Tonasa sudah mulai beroperasi.
"Saat ini, produksi dari keempat pabrik milik Semen Tonasa mencapai 4 juta ton per tahun. Sementara pabrik baru yang akan beroperasi mencapai 2,5 juta ton. Sehingga untuk melakukan distribusi dan produksi kami membutuhkan tambahan armada, karena armada kita sangat terbatas," ujar Wahab.
Jumlah kapal milik PT Tonasa Line saat ini hanya dikisaran 6 unit ditambah dua unit kapal tagbud. Karena keterbatasan armada kapal, dalam melakukan distribusi ke sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya ke daerah Indonesia Timur, Tonasa Line masih harus menyewa dua unit kapal dari swasta.
"Kami berharap, jika tahun depan dua unit kapal yang kami pesan dari DPS ini selesai, maka kami tidak lagi menyewa kapal, sehingga kami bisa melakukan efisiensi biaya distribusi sekitar 15% hingga 20%," tegasnya. kbc6
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9767.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini -48.334 menjadi 5159.665
- Pilihan Editor: Tren perusahaan raksasa dunia yang mengemplang pajak
- Bos Bulog berbagi kisah sukses dengan siswa SMA di Jatim
- Freeport beri beasiswa anak korban terowongan runtuh
- Berniaga.com: Investasi kami cukup untuk 5 tahun ke depan
- Pelanggan Indovision kini bisa tonton TV di tablet
- Gelar Pasar Meriah, berniaga.com temukan penjual-pembeli
- Novel Harry Potter terjual US$228 ribu
- Chatib Basri ingatkan bubble price di IHSG
- Digarap serius, potensi bisnis properti di daerah luar biasa
- Kebut pembangunan Pasar Turi, La Nyalla didaulat jadi dirut
- Waspadai 17 kosmetik berbahaya ini
- Philips dorong penggunaan lampu hemat energi berbasis LED
- Penurunan Rp4 ribu sambut harga emas Antam pekan ini
- Fokus makanan olahan beku, Sekar Bumi genjot pasar lokal
- Siapkan SDM unggul, Semen Indonesia dirikan Sekolah Tinggi Manajemen
- Moratorium hutan diperpanjang, ekonomi diyakini tak terganggu
- Hanya 3 dari 10 bisnis keluarga yang bisa survive hingga generasi kedua
- Emas Antam kembali parkir di Rp513.000, buyback anjlok Rp4.000
- Bandara Juanda diklaim terbaik se-Asean
- Emas Antam parkir di Rp513.000, buyback turun Rp 2.000
- Ikuti emas, harga perak juga tergelincir sejak 33 bulan
- 17 Kosmetik berbahaya ditarik dari peredaran
- BBPOM bakal tarik 17 jenis kosmetika berbahaya
- Yuk, serap ilmu bisnis Bob Sadino di seminar Creativepreneurship
- Ekspansi, Jayanata segera buka outlet di Jakarta
