loading...
Kategori
EnergiMigas

Hingga 2014, RI dilarang naikkan harga BBM

Online: Jum'at, 15 Juni 2012 | 07:19 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Penghematan energi atau bahan bakar minyak (BBM) tampaknya mendesak dilakukan pemerintah. Pasalnya, dalam 2 tahun ke depan Indonesia masuk dalam era tak boleh menaikkan harga BBM.

Wakil Menteri ESDM baru Rudi Rubiandini mengatakan, Indonesia saat ini menghadapi tantangan di bidang energi. Penghematan penggunaan BBM jadi jalan pintas agar APBN tidak makin terjepit karena subsidi BBM yang semakin besar akibat harga tidak boleh naik.

"Dalam jangka pendek, waktu 1-2 tahun ini, masuk dalam era tidak boleh menaikkan harga BBM. Maka cara lain adalah dengan melakukan penghematan," jelas Rudi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/6/2012).

Memang, menjelang pemilu 2014, pemerintah tampaknya akan lebih hati-hati mengambil kebijakan yang berpengaruh terhadap masyarakat luas seperti kenaikan harga BBM subsidi yang juga gagal dilakukan hari ini.

Rudi mengatakan, sudah saatnya Indonesia mengembangkan energi alternatif. Sebab, cadangan minyak Indonesia hanya 0,3% dari cadangan dunia, cadangan gas hanya 1,2% dari cadangan dunia. Namun Indonesia mempunyai cadangan panas bumi sebesar 40% dari cadangan dunia. Demikian juga dengan cadangan batubara dan tenaga surya yang esar.

"Oleh karena itu diversifikasi harus terjadi, namun itu tidak mudah karena kita harus menjadikan energi baru terbarukan menjadi lebih menarik dibandingkan migas. Jangka menengah kita punya gas di Papua, Natuna, Kalimantan yang harus didekatkan dengan pemakainya yang kebanyakan di Jawa, Sumatera, dan Bali," tutur Rudi. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda