loading...

43 UKM marakkan Joglo Batik and Art

Online: Rabu, 13 Juni 2012 | 20:10 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Batik kiranya akan tetap menjadi produk andalan Jawa Timur (Jatim) khususnya dari sektor Usaha Kecil Menengah (UKM). Berkeinginan mengenalkan batik khas Jatim pada masyarakat luas, sebanyak 43 UKM dari seluruh Jatim dan luar Jatim berkolaborasi menyemarakkan Joglo Batik and Art yang berlokasi di Pusat Perbelanjaan Golden City Mall (Goci).

Manager Joglo Kampoeng Batik and Art, Herminiati Erwin mengatakan, Joglo Batik terinspirasi dari keaneka ragaman batik yang dimiliki Indonesia. Sehingga, tak hanya batik dari 38 kabupaten kota di wilayah Jatim saja, gerai ini juga dilengkapi dengan koleksi dari berbagai pengrajin batik dari luar Jatim, diantaranya dari jawa Tengah seperti Banyumas, Cilacap, Jogjakarta, Solo, Pekalongan dan Sragen. Dari Jawa Barat diantaranya Bandung, Banten, Sumedang dan Cirebon. Sementara dari luar Jawa diantaranya dari Riau, Jambi, aceh, Palangkaraya dan lain sebagainya.

"Kami berupaya membuat tempat ini sebagai wahana pengenalan batik yang ada di Indonesia. Disini, masyakat juga bisa belajar dan mengenal batik lebih dekat. Kami juga memberikan ruang yang luas untuk Sekolah Kejuruan yang memiliki jurusan batik untuk belajar keanekaragaman batik disini," kata Herminiati saat grand opening Joglo Batik and Art di pusat perbelanjaan Goci, Rabu (13/6/2012).

Herminiati mengatakan, pihak Joglo Batik juga ingin merangkul UKM binaan BUMN untuk memamerkan dan menjual hasil produknya disini. Karena selain UKM batik, stand yang ada juga disediakan untuk display produk hasil kerajinan Karangtaruna dan produk daur ulang sampah.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf menyatakan bangga dan bersyukur karena di Surabaya telah berdiri sebuah joglo yang menjadi tempat bagi pengrajin batik di seluruh Indonesia, khususnya Jatim untuk memamerkan dan menjual produknya.

Syaiful mengatakan, Jatim memang perlu tempat yang menjadi etalase untuk memamerkan produk khas Indonesia, milik Indonesia yang sudah diakui Unesco. Dan Jatim selama ini masih belum memilikinya khususnya yang berada di pusat perbelanjaan.

"Ini bisa menjadi icon batik Jatim. Dan saya berharap, mall ini akan menjadi kampung batik. Entah bagaimana caranya, saya ingin mall ini bisa menyajikan berbagai produk batik dengan beragam corak dan jenis produknya. Mulai dari batik untuk garmen, atau lainnya," tegas Syaiful.

Gus Ipul, juga berharap Joglo Batik and Art ini juga bisa menjadi motor dan bersama-sama dengan kekuatan lain menjadikan batik semakin dicintai dan diminatik masyarakat luas. Sehingga sektor UMKM Jatim juga akan terdongkrak.

Terkait kinerja UMKM di Jatim cukup besar. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim mencapai 56%. Sehingga kinerjanya sangat menentukan nasib ekonomi Jatim. "Jika sektor ini menurun, perekonomian Jatim akan menurun dan jika sektor UMKM tersebut tumbuh, maka perekonomian Jatim juga akan terdongkrak maju," ujarnya.

Apalagi saat ini, ekspor mengalami penurunan, sehingga penguatan pasar dalam negeri harus ditingkatkan. Dan Joglo Batik ini bisa menjadi tempat memperluas pasar produk dalam negeri, utamanya dari sektor UMKM.kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda