Kini Dede ditugaskan menjual Indonesia

Chatib Basri
JAKARTA, kabarbisnis.com: Dede, begitu biasa Sri Mulyani Indrawati ketika mejabat Menteri Keuangan memanggil Chatib Basri. Ada pameo, di mana Sri Mulyani berada, di situ ada Chatib Basri. Tak heran, Chatib dipercaya menjadi staf khusus Menteri Keuangan dari 2006-2010.
Namun, ketika Sri Mulyani melenggang sebagai salah satu pimpinan Bank Dunia, tidak lama Chatib pun kembali ke kampusnya menjadi pimpinan lembaga riset bernama Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI).
Chatib, pria kelahiran Jakarta, 22 Agustus 1965 silam ini tidak asing lagi bagi para wartawan. Dia adalah seorang ekonom, peneliti, dan profesional yang keahlian utamanya di bidang makro ekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik.
Kini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuknya menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggantikan Gita Wirjawan yang didapuk menjadi Menteri Perdagangan. Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) ini meraih gelar PhD ekonomi dari Australia National University. Dia pun sempat bekerja sebagai asisten peneliti di Australia National University.
Chatib juga menjabat sebagai peneliti tamu untuk The Institute of South East Asian Studies di Singapura. Sejak tahun 2005, Chatib bertugas sebagai anggota tim negosiasi Indonesia untuk perdagangan internasional atau Advisory Team to the Indonesian National Team on International Trade Negotiation.
Chatib juga dipercaya oleh berbagai lembaga keuangan internasional untuk menjadi konsultan. Sebut saja Bank Dunia, United States Agency for International Development (USAID), Australian Agency for International Development (AUSAID), Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), UNCTAD, Asian Development Bank (ADB) serta menjadi anggota Asia and Pacific Regional Advisory Group dari International Monetary Fund (IMF).
Kemampuan dan pengetahuannya yang luas menarik perhatian Menteri Keuangan Sri Mulyani. Chatib dipercaya menjadi tangan kanan Sri Mulyani mengawal perekonomian nasional. Dia juga ditunjuk sebagai Sherpa Indonesia untuk G-20 pada tahun 2008 dan Deputi Menteri Keuangan untuk G-20 sepanjang kurun waktu 2006-2010.
Saat ini, Chatib masih aktif mengajar di FE UI. Dia juga tercatat sebagai pendiri CReco Research Institute dan dipercaya menjadi komisaris di beberapa perusahaan publik, dan konsultan di berbagai lembaga internasional.
Chatib menjadi anggota Dewan Komisaris di beberapa perusahaan publik antara lain PT Astra International, PT Indika Energy, serta Axiata Group Bhd (Malaysia). kbc11
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9757.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +67.005 menjadi 5145.683
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- Olympus tak lagi bermain di pasar kamera murahan
- Kecewa layanan jasa keuangan, lakukan hal ini ke OJK
- Waduh, uang rusak di Jatim capai Rp1,67 triliun
- Pasar properti sejumlah negara Asia bermasalah, RI lampu kuning?
- OJK masih kaji pemecahan lot saham jadi 100 lembar
- Ungguli rata-rata nasional, tata kelola Provinsi Jatim dinilai cemerlang
- Pameran bareng, Pakuwon obral diskon hingga 20%
- Transfer uang kini bisa lintas operator
- Eddy William Katuari dan kepak sayap Grup Wings
- Arum Sabil, dari tukang foto keliling hingga Anggota DGI
- Dymas, dari ayam bakar sampai ojek motor
- Mengurus BUMD kurang sukses, ditugasi jadi Dirut PLN?
- Teguh Kinarto, transformasi sang tukang kredit keliling
- Hotbonar Sinaga sang Man of the Year
- Bukik dan ide tolol perubahan
- Hikayat krisis, hikayat Maryono
- Ketut Mardjana jadi bos kantor pos se-ASEAN
- Upik, dari Perhutani ke bos BUMN benih
- Di-CT Scan Profesor Hafid, Dahlan sehat-sehat saja
- Maryono, dari Bank Mutiara jadi bos BTN
- Komitmen anti-suap bos perusahaan setrum
- Wamen ESDM yang suka "ngojek"
- Anindya: Tripartit harus dijalankan
- Pejabat grup Bakrie pimpin insinyur se-Indonesia
