loading...

Kini Dede ditugaskan menjual Indonesia

Online: Rabu, 13 Juni 2012 | 14:18 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dede, begitu biasa Sri Mulyani Indrawati ketika mejabat Menteri Keuangan memanggil Chatib Basri. Ada pameo, di mana Sri Mulyani berada, di situ ada Chatib Basri. Tak heran, Chatib dipercaya menjadi staf khusus Menteri Keuangan dari 2006-2010.

Namun, ketika Sri Mulyani melenggang sebagai salah satu pimpinan Bank Dunia, tidak lama Chatib pun kembali ke kampusnya menjadi pimpinan lembaga riset bernama Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI).

Chatib, pria kelahiran Jakarta, 22 Agustus 1965 silam ini tidak asing lagi bagi para wartawan. Dia adalah seorang ekonom, peneliti, dan profesional yang keahlian utamanya di bidang makro ekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik.

Kini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuknya menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggantikan Gita Wirjawan yang didapuk menjadi Menteri Perdagangan. Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) ini meraih gelar PhD ekonomi dari Australia National University. Dia pun sempat bekerja sebagai asisten peneliti di Australia National University.

Chatib juga menjabat sebagai peneliti tamu untuk The Institute of South East Asian Studies di Singapura. Sejak tahun 2005, Chatib bertugas sebagai anggota tim negosiasi Indonesia untuk perdagangan internasional atau Advisory Team to the Indonesian National Team on International Trade Negotiation.

Chatib juga dipercaya oleh berbagai lembaga keuangan internasional untuk menjadi konsultan. Sebut saja Bank Dunia, United States Agency for International Development (USAID), Australian Agency for International Development (AUSAID), Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), UNCTAD, Asian Development Bank (ADB) serta menjadi anggota Asia and Pacific Regional Advisory Group dari International Monetary Fund (IMF).

Kemampuan dan pengetahuannya yang luas menarik perhatian Menteri Keuangan Sri Mulyani. Chatib dipercaya menjadi tangan kanan Sri Mulyani mengawal perekonomian nasional. Dia juga ditunjuk sebagai Sherpa Indonesia untuk G-20 pada tahun 2008 dan Deputi Menteri Keuangan untuk G-20 sepanjang kurun waktu 2006-2010.

Saat ini, Chatib masih aktif mengajar di FE UI. Dia juga tercatat sebagai pendiri CReco Research Institute dan dipercaya menjadi komisaris di beberapa perusahaan publik, dan konsultan di berbagai lembaga internasional.

Chatib menjadi anggota Dewan Komisaris di beberapa perusahaan publik antara lain PT Astra International, PT Indika Energy, serta Axiata Group Bhd (Malaysia). kbc11

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda