loading...
Kategori
KeuanganBank

BNI siapkan Rp3 T biayai ekspansi Semen Gresik

Online: Senin, 11 Juni 2012 | 18:25 wib ET

GRESIK, kabarbisnis.com: PT Bank Negara Indonesia Tbk siap mengucurkan dana hingga Rp3 triliun untuk membiayai pembangunan dua pabrik baru Semen Gresik di Jawa Tengah dan Sumatera. Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo menyatakan kesiapannya membantu pembiayaan dalam tiga tahun ke depan.

"Rencananya kami akan mengucurkan dana tersebut dalam tempo tiga tahun mulai tahun depan seiring dengan mulainya proses pembangunan dua pabrik baru tersebut," ujarnya di sela penendatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pemberian fasilitas pembiayaan oleh BNI kepada vendor dan distributor di Kantor Pusat Semen Gresik, Senin (11/6/2012).

Dalam pembiayaan pembangunan dua pabrik baru Semen Gresik yang diperkirakan menelan total dana Rp 7 triliun tersebut, BNI akan menjalin sindikasi pembiayaan dengan bank-bank lainnya.

Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto menambahkan, kedua pabrik tersebut rencananya beroperasi pada 2015 dan 2016. "Karena proses pembangunan pabrik berlangsung sedikitnya tiga tahun, maka akhir semester II tahun ini kami akan mulai proses groundbreaking," ujar Dwi tanpa mau menyebut lokasi persis kedua pabrik tersebut.

Rencana pembangunan dua pabrik ini sendiri masih akan dibicarakan pada Rapat Umum pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang rencananya dilaksanakan pada 26 Juni mendatang di Jakarta. Meski belum mendapatkan persetujuan pemegang saham, Dwi optimistis rencana ini kan berjalan lancar dengan kepastian dukungan pembiayaan dari perbankan.

Saat ini Semen Gresik sudah menyiapkan desain pabrik yang akan didirikan.Untuk proyek pembangunan 2 pabrik ini, Semen Gresik menyiapkan dana internal sekitar 40% dari total rencana biaya Rp 7 triliun atau sekitar Rp 2,8 triliun. Sisanya didapat dari pembiayaan perbankan.

Dwi menambahkan, pembangunan dua pabrik baru ini semata-mata dilakukan perseroan untuk mempertahankan pangsa pasar Semen Gresik di pasar semen dalam negeri yang berada di kisaran 45%. Di samping itu, kebutuhan semen dalam tiga tahun mendatang diperkirakan akan terus melonjak sehingga kapasitas produksi industri semen di tanah air akan mengalami kekurangan (shortage).

"Saat ini pun antara demand dan supply industri semen di dalam negeri sudah hampir balance. Kelebihan hanya berkisar 2-3 juta ton per tahun, dan itu tidak cukup memenuhi kebutuhan beberapa tahun mendatang," ujarnya. kbc8

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda