24 Negara pamerkan mesin pabrik baru di Jatim
SURABAYA, kabarbisnis.com: Iklim ekonomi Jawa Timur yang cukup kondusif dengan pertumbuhannya yang mencapai 7,19% kian menarik bagi industri manufaktur dalam maupun luar negeri. Pasalnya, dengan kondisi ekonomi yang cukup bagus, akan banyak industri melakukan perluasan atau penambahan kapsitas produksi dengan menambah atau memperbarui mesin produksi.
Untuk menyasar pasar Jatim, saat ini sekitar 355 perusahaan dari 24 negara tengah mengadakan pameran manufacturing di Convention and Exhibition Center Grand City selama 4 hari tanggal 6-9 Juni 2012. Beberapa negara yang ikut meramaikan diantaranya Taiwan, China dan Jepang, Thailand, Singapura, Hongkong, India, Korea, Malaysia, Vietnam dan Turki.
"Dibanding tahun lalu, jumlah peserta yang ikut pameran mengalami kenaikan. kalau tahun lalu jumlahnya sekitar 270 perusahaan dari 19 negara, di tahun ini peserta mencapai 355 perusahaan dari 24 negara," kata Project Manager PT Pamerindo Indonesia, EO Pameran Manufacturing Surabaya 2012, Maysia Stephanie di Surabaya, Rabu (6/6/2012).
Beberapa perusahaan multinasional yang ikut bergabung diantaranya adalah Akyapak, Autonics, Dine, Endress+Hauser, First Machinery, Fusheng, GSK CNC, Guhring, Haas, Kawan Lama, Multi Mayaka, Nord, Otano Multi Mesindo, Somagede Indonesia Trumpf dan Usaha Jaya Globalindo.
Untuk jumlah pengunjung, ia mengatakan ditarget mencapai 7.500 orang selama pameran, naik dari realisasi tahun lalu yang mencapai sekitar 7400 orang. Sementara transaksi selama pameran ia tidak bisa memprediksikan karena menurut pengakuannya pihak penyelenggara tidak pernah melakukan pencatatan dan memang tidak ada kewajiban bagi peserta pameran untuk melakukan pelaporan. "Kalau transaksi, kami sebagai EO tidak pernah mencatat karena itu langsung b-to-b," ujarnya
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan, kebutuhan teknologi yang update di sektor industri cukup tinggi di wilayah Jatim. Sehingga terselenggaranya pameranini akan sangat membantu pengusaha untukemendapatkan mesin atau teknologi yang mereka butuhkan dengan tanpa ke luar negeri.
"Selain itu, pastinya, berbagai pareman manufaktur yang digekar juga akan memicu pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri, khususnya di Jatim akan tumbuh semakin besar dari rata-rata per tahun yang mencapai 10%," katannya.
Lebih lanjut ia mengatakan, sektor manufaktur di Jatim memiliki 700.000 jenis usaha, 60% adalah industri kecil, 30% industri menengah dan 10% industri besar dengan total penyerapan tenaga kerja sebayak 3,5 juta tenaga kerja. Dan kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim juga sangat besar.kbc6
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9773.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini -86.596 menjadi 5121.403
- Pilihan Editor: Terdesak impor, Kadin-KPPI gencar sosialisasi safeguards di Jatim
- Pensiun, Beckham gandeng bos Manchester City beli tim MLS?
- Rambah bisnis ponsel, Jennifer Lopez gaet Verizon
- Awas informasi pribadi Anda disalahgunakan situs belanja online
- Bos Bulog berbagi kisah sukses dengan siswa SMA di Jatim
- Freeport beri beasiswa anak korban terowongan runtuh
- Berniaga.com: Investasi kami cukup untuk 5 tahun ke depan
- Pelanggan Indovision kini bisa tonton TV di tablet
- Gelar Pasar Meriah, berniaga.com temukan penjual-pembeli
- Pemerintah minta bank permudah kredit industri kreatif
- Pelindo III-AKR bangun kawasan industri di Gresik
- Bangun pabrik di RI, VW berburu pemasok komponen lokal
- Industri kulit dan alas kaki Jatim mulai menggeliat
- Dahlan klaim sejak 2012 PD di Jatim cetak untung
- Agar eksis, industri tekstil RI harus incar segmen atas
- Indonesia berpeluang jadi basis industri oleokimia
- Wismilak incar produksi 3,6 miliar batang rokok
- Boeing genjot penjualan Dreamliner
- Perkuat kerja sama bisnis, pengusaha Selandia Baru kunjungi RI
- Wismilak siap pasok filter rokok Ke Taiwan dan Polandia
- Sritex siap tantang tekstil China di negaranya
- Wismilak incar produksi 3,6 miliar batang rokok
- Lima sektor industri ini bakal nikmati tax holiday
- Pabrik rokok keluarga siap-siap dibebani cukai tinggi
- Indonesia berpeluang jadi basis industri oleokimia
