loading...
Kategori
Aneka BisnisAgribisnis
Mode Baca

Wow, sapi peternak dihargai Rp 28.000 per kg

Online: Rabu, 06 Juni 2012 | 05:52 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski di kalangan pelaku usaha merasa dirugikan kebijakan program swasembada sapi yang digulirkan Kementerian Pertanian (Kementan), kalangan peternak kini justru sumringah. Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan, saat ini harga sapi bobot hidup peternak laku dijual hingga Rp 28.000 per kilogram bobot hidup.

"Padahal, dengan dijual seharga Rp 22.000 per kg sampai Rp 24.000 per kg bobot hidup, petani sudah mendapat keuntungan memadai," ujar Suswono menanggapi usulan pengusaha dan industriawan pengolahan yang menginginkan penambahan kuota impor sapi di Jakarta, Selasa (5/6/2012).

Informasi harga sapi peternak itu, menurut Suswono, diperoleh dari gubernur penghasil sapi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Karena itu, dia tetap berpegang terhadap kebutuhan daging sapi yang sebelumnya telah ditetapkan bersama dengan pemangku kepentingan.

Merujuk sensus sapi tahun lalu, ketersediaan sapi lokal mencapai 14,8 juta ekor. Populasi sapi di Jawa Timur adalah yang terbesar yaitu mencapai 4,7 juta ekor. Kemudian, Jawa Tengah sebesar 1,9 juta ekor. Diikuti Susel 984.000 ekor dan NTT 778.200 ekor ,Lampung 742.8000 ekor, NTB 686.8000 ekor serta Bali 637.500 ekor.

Suswono beranggapan tidak ada yang salah dari pengurangan kota impor daging tahun ini yang mencapai 66%. Kementan masih berpegang terhadap komitmen semula bahwa ketersediaan sapi lokal masih tetap tercukupi dari sapi hasil peternak lokal. Meski begitu,dia mengakui, faktor harga juga dipengaruhi kelancaran faktor distribusi yang saat ini masih menjadi persoalaan klasik.

Suswono mengatakan, pihaknya bersedia mendiskusikan bersama untuk mengetahui persisnya riil stok daging dan kemampuan pasok sapi dari peternak. Jangan sampai, apabila kuota impor sapi dibuka justru merusak harga sapi peternak.

"Kita akan membentuk tim kecil untuk mengkajinya. Bila sudah dirumuskan, diperoleh data yang disepakati bersama.Data itu akan kita bawa di rapat menko perekonomian untuk didiskusiakan kembali,apakah perlu atau menambah kuota impor daging sapi. Kita harus perhatikan dua kepentingan antara produsen dengan konsumen," terangnya.

Sebelumnya, Ketua Komite Daging Indonesia (KDS) Jakarta Raya Sarman Simaronjang mengatakan, akibat kebijakan pengurangan kuota impor sapi oleh pemerintah membuat kelangkaan pasokan daging sapi. Diperkirakan, jelang Ramadhan harga daging sapi ditaksir bakal meroket mencapai Rp 150.000 kilogram (kg). Harga daging tersebut terus merangkak naik menjelang Iedul Fitri hingga Rp 200.000 kg.

"Saat ini harga daging sapi ditingkat ritel sudah Rp 90.000 per kg, jauh diatas normal yang biasanya Rp 60.000 per kg," ujar dia.

Karenanya, industriawan dan pelaku pasar mendesak Kementan memberikan tambahan kuota impor semester II sebesar 50.000 ton guna menstabilkan harga daging sapi didalam negeri. Sebagai informasi harga daging sapi impor tahun ini sebesar 34.000 ton. kbc11

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
9/24/2014
11.975
IHSG
9/24/2014
5.194,23
6,12 (0,12%)