loading...
Kategori
Aneka BisnisAgribisnis
Mode Baca
Kurs USD-IDR
8/23/2014
11.680
IHSG
8/22/2014
5.198,90
-7,24 (-0,14%)
Minyak Mentah
N/A
0,00
0,00 (0,00%)
Emas
N/A
0,00
0,00 (0,00%)

Monsanto incar 30% pasar benih jagung RI

Online: Senin, 04 Juni 2012 | 18:08 wib ET

TUBAN, kabarbisnis.com: Penjualan pabrik rekayasa benih Monsanto Indonesia terus dipacu. Tahun ini, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut menargetkan bisa menguasai sekitar 30% pasar benih jagung di Indonesia yang mencapai 60.000 ton per tahun.

"Pada 2011, market share kami hanya 10%. Tahun ini, dengan peningkatan poenjualan, kami harapkan market share akan tumbuh dua kali lipat atau mencapai 30% dari total pasar benih jagung di Indonesia," ujar Presiden Direktur Monsanto Indonesia, Chris J. Peterson saat menghadiri peluncuran program corporate social responsibility (CSR) tentang pemenuhan kebutuhan air bersih di Tuban, Senin (4/6/2012).

Untuk mencapainya, di akhir tahun lalu Monsanto telah meluncurkan produk terbaru benih jagung Hibrida DK 95 dan DK 85. DK 85 adalah jenis benih jagung yang disiapkan untuk ditanam di dataran tinggi, sementara DK95 adalah jenis benih jagung yang sesuai dengan dataran rendah. Kedua jenis benih jagung tersebut diyakini tahan terhadap organisme pengganggu tumbuhan seperti jamur atau pengerek tumbuhan yang biasai disebut dengan bulai.

Ia mengatakan, jika ditanam dengan cara yang benar dan baik, produktivitas kedua jenis benih jagung hibrida tersebut bisa mencapai 9 ton hingga 11 ton per hektar. Padahal kalau jenis benih jagung biasa produktivitasnya hanyua mencapai 5 ton hingga 6 ton per hektar

"Selain itu, kami juga rutin memberikan training kepada petani tentang agronomis yang baik di pusat training kami, Dekalb Learning Center di Kediri," ujarnya.

Chris mengatakan petani Indonesia saat ini memerlukan teknologi yang bisa meningkatkan produktifitas jagung mereka dengan lahan yang terbatas. Hal ini untuk meminimalisasi tingkat ketergantunagn impor jagung dari luar negeri.

"Tahun lalu saja, Indonesia harus melakukan impor jagung sebesar 3,2 juta ton pipilan kering untuk memenuhi kebutuhan industri. Untuk itu, petani harus didorong agar mampu meningkatkan produksi mereka melalui rekayasa genetika dan cara tanam yang baik," tambah Corporate Affairs Lead Monsanto Indonesia, Herry Kristanto.

Terkait peningkatan produksi, Chris mengatakan di tahun ini akan ditingkatkan hingga 90% dari total kapasitas yang terpasang. Sementara di tahun lalu produksi masih dikisaran 60% dari total kapasitas terpasang pabrik yang mencapai 13.000 metrik ton per tahun.

"Dua tahun lalu kami juga telah menyelesaikan pembangunan pabrik manufakturing bening senilai US$40 juta di Mojokerto dan sudah beroperasi dari 2010. Dengan peningkatan kinerja ini, kami berharap bisa memenuhi kebutuhan benih untuk pasar dalam negeri, dan pasar ekspor, khususnya ke Thailan, Filipina dan Vietnam," ujarnya. kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda